Model Pemasangan Fender Karet Silinder

Ketika sedang membangun pelabuhan dan memerlukan fender, pertimbangkan untuk menggunakan fender jenis silinder. Fender silinder atau  rubber cylindrical fender merupakan salah satu jenis fender yang paling populer. Keistimewaan dari fender ini adalah bentuknya yang sederhana, sehingga mudah diaplikasikan pada hampir semua ukuran dan jenis pelabuhan, baik pelabuhan besar maupun kecil, dermaga beton maupun dermaga kayu, pelabuhan di wilayah strategis maupun di daerah terpencil. Bahkan fender silinder ini juga bisa dipasang di kapal-kapal untuk melindungi gesekan antar kapal saat berlabuh.

Rubber fender ini berbentuk tabung dengan rongga di tengahnya (silinder), memiliki fisik yang tebal, dan kuat. Fender silinder diproduksi dalam beragam ukuran sesuai jenis pelabuhan dan ukuran kapal yang singgah. Namun secara sederhana kita bisa memilahnya menjadi ukuran kecil, sedang dan besar. Umumnya, fender silinder terbesar memiliki diameter hingga 3 (tiga) meter dan panjang lebih dari 3 (tiga) meter. Fender karet silinder memiliki gaya reaksi rendah, sedikit tekanan permukaan, dan penyerapan energi yang wajar. Dengan kemampuan tersebut, fender silinder sangat cocok untuk melindungi bagian atas dermaga.

Fender karet silinder

Cara pemasangan fender silinder cukup sederhana. Anda bisa menggunakan tiga metode berikut ini:

Pertama adalah menggunakan rantai yang dimasukan ke dalam rongga fender. Kedua ujung rantai dikaitkan dengan cincin pengait berbentuk U yang ditanam pada dinding dermaga. Metode pasangan ini cocok untuk fender silinder kecil.

Metode kedua adalah pemasangan menggunakan dua rantai pendek untuk mengikat batang baja yang ,melintang di dalam tabung. Tentu saja ujung dua rantai tersebut juga dikaitkan pada cincin berbentuk U yang ditanam pada dinding dermaga. Metode pemasangan ini cocok untuk fender silinder ukuran sedang.

Ketiga adalah pemasangan menggunakan panel baja. Setiap fender diapit dua panel baja yang mengikat empat batang baja, yang menembus bagian tengah fender.  Model ini cocok untuk pemasangan fender ukuran besar. Model ini juga bisa digunakan untuk memasang fender silinder ukuran sedang dengan menggunakan satu atau dua batang baja saja.

Keempat adalah pemasangan secara vertikal. Dengan menggunakan metode ini satu atau beberapa fender silinder disusun secara vertikal diikat menggunakan rantai. Rantai ini dikaitkan dengan cincin  baja berbentuk U yang ditanam yang ditanam di beton dermaga.  Selain langsung menggunakan rantai, Anda juga bisa menggunakan batang baja di tengah fender tersebut.

Cara pemasangan vertikal terutama cocok untuk fender silinder dengan diameter kurang dari 40 (empat puluh) Cm.

PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) memiliki pengalaman panjang memproduksi beragam jenis rubber fender,  termasuk fender silinder,  yang hasilnya sudah digunakan di pelabuhan-pelabuhan seluruh Indonesia. Karet fender ini diproduksi melalui proses pencetakan kompresi di bawah tekanan dan suhu tinggi yang dapat menghasilkan senyawa karet homogen yang tidak berpori, sehingga berkinerja sangat tinggi. SLP dapat memproduksi fender silinder dengan ukuran yang fleksibel, disesuaikan dengan persyaratan dan kebutuhan, memenuhi Standar Nasional SNI maupun Standar Internasional PIANC.

Untuk mendapatkan informasi atau berkonsultasi mengenai  rubber fender, Anda bisa menghubungi kami di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com 

Meningkatkan Performa Pelabuhan Dengan Super Cone Fender

Performa pelabuhan sangat ditentukan oleh sistem fender yang digunakan. Apa itu sistem fender? Sistem fender adalah pengaturan pemasangan fender di dermaga, yang mencakup pemilihan jenis fender dan model pemasangannya. Penggunaan sistem fender yang tepat akan meningkatkan performa pelabuhan dengan mencegah kerusakan pada dermaga maupun pada kapal yang sandar.

Saat hendak bersandar di dermaga, kapal yang membawa energi besar dapat menimbulkan benturan keras. Benturan tersebut bukan hanya menimbulkan kerusakan pada kapal tetapi juga pada dermaga yang disinggahi.  Sistem fender yang baik dapat mencegah kerusakan dermaga maupun kapal. Fender juga menjaga keamanan kapal saat bersandar akibat hantaman arus dan gelombang maupun hembusan angin kencang.

Dalam sistem fender, jenis fender yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi pelabuhan dan jenis kapal yang akan bersandar. Pelabuhan yang memiliki permukaan air laut yang stabil dan hanya disinggahi kapal-kapal ukuran kecil atau menengah, misalnya, bisa menggunakan fender tipe V atau Arch tanpa panel.  Sementara itu untuk pelabuhan yang memiliki perubahan permukaan air yang ekstrem dan disinggahi kapal besar lebih tepat dipasang tipe Super Cone Fender.

Super Cone Fender

Super Cone Fender merupakan jenis fender dengan bodi berbentuk kerucut, yaitu bulat dengan bagian bawah lebih besar dan mengecil pada atasnya. Meskipun berbentuk kerucut, bagian ujungnya rata untuk menempatkan panel.

Super Cone Fender

Sebenarnya, Super Cone Fender merupakan penyempurnaan desain dari Super  Cell Fender. Berbeda dengan Super Cone Fender, kedua ujung Super Cell Fender memiliki diameter yang sama. Perubahan menjadi bentuk kerucut meningkatkan kinerja fender ini dengan tingkat serapan energi yang jauh lebih tinggi.

Super Cone Fender hampir selalu dilengkapi dengan steel frontal frame, yaitu panel dari baja untuk menahan benturan kapal yang merapat. Jarak pemasangan fender ditentukan oleh jenis kapal yang sandar. Pada pelabuhan yang disandari kapal besar, jarak antar fender perlu lebih rapat. Sedangkan panjang panel disesuaikan dengan tingkat variasi perubahan air laut. Semakin ekstrem perubahan permukaan air laut, diperlukan panel yang ukurannya lebih panjang.

Frontal frame

Permukaan panel baja tersebut dilapisi dengan UHMWPE ( Ultra High Molecular Weight Poly Ethyline). Lapisan UHMWPE  berfungsi untuk melindungi gesekan antar metal yang dapat merusak lambung kapal dan menghindari terjadinya percikan api saat kapal hendak bersandar maupun keluar dari dermaga.

Secara umum, Super Cone Fender memiliki karakteristik

  • Penyerapan energi yang sangat baik terhadap rasio gaya reaksi (E/R)
  • Penyerapan energi yang luar biasa per berat fender
  • Stabilitas geser tinggi
  • Tidak ada kehilangan kinerja hingga sudut kontak 10°
  • Geometri fender yang canggih dan optimal
  • Penghenti beban berlebih

Super Cone Fender sangat cocok digunakan di berbagai pelabuhan yang memiliki pasang surut air laut yang tinggi, gelombang  yang besar dan berbagai jenis kapal dengan berbagai macam ukuran. Secara khusus Super Cone Fender dapat digunakan di dermaga pada:

  • Terminal kontainer maupun  curah
  • Terminal minyak dan  gas
  • Terminal kargo umum
  • Terminal kapal pesiar
  • Terminal Feri & RoRo

Instalasi Super Cone Fender

Instalasi produk ini harus dilakukan secara cermat. Super Cone Fender dan Steel Frontal Frame dihubungkan menggunakan baud. Selanjutnya keduanya diangkat bersama menggunakan crane ke titik tepi beton dermaga yang telah ditentukan.

Dalam instalasi wajib memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Pastikan bahwa baud anchor terpasang dengan baik dan benar.
  2. Pastikan untuk semua accessories seperti rantai, chain bracket, turn buckle terpasang sesuai denganstandaryang ditentukan dalam prosedur pemasangan.

Untuk menjaga produk ini tetap memiliki performa tinggi, harus dilakukan pengecekan secara berkala guna memastikan semua accessories tetap terpasang dengan baik dan tidak terjadinya korosif yang mengakibatkan kerusakan pada bagian Steel Frontal Frame dan accessories-nya.

PT Samudera Luas Paramacitra telah memproduksi beragam ukuran Rubber Super Cone Fender yang telah digunakan di berbagai pelabuhan di Indonesia. Perusahaan  pengelola pelabuhan telah menggunakannya antara lain Pelindo, Pertamina, PLTU, ASDP, dan berbagai perusahaan swasta pengelola terminal pelabuhan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai Super Cone Fender dan beragam jenis fender lain, silakan menghubungi PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com.  

Sertifikat TKDN Produk PT Samudera Luas Paramacitra

Apabila Anda  bekerja di bagian pengadaan atau pembelian dan sedang mencari produk-produk karet, jangan lupa untuk memprioritaskan produk dalam negeri. Selain mematuhi peraturan, penggunaan produk dalam negeri juga berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi.

Demi meningkatkan laju perekonomian, pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 tahun 2018 mengenai Pemberdayaan Industri. Pasal 61 dari PP tersebut menegaskan: “Dalam pengadaan barang dan jasa, wajib menggunakan produk dalam negeri apabila produk dalam negeri tersebut memiliki penjumlahan nilai TKDN dan Nilai Bobot Manfaat minimal 40%.”

Nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) adalah besaran kandungan yang berasal dari dalam negeri pada barang, jasa, atau gabungan keduanya. Nilai TKDN dihitung dari material langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya tidak langsung pabrik.  Pemerintah mewajibkan nilai TKDN produk minimal 25%.

Sementara itu Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) merupakan nilai penghargaan yang diberikan kepada perusahaan industri yang berinvestasi dan berproduksi di Indonesia. BMP dihitung berdasarkan  4 komponen yaitu:

  • Upaya pemberdayaan UMKM melalui kemitraan,
  • penerapan kesehatan , keselamatan kerja dan lingkungan (3KL),
  • pemberdayaan masyarakat sekitar , serta
  • penyediaan fasilitas layanan purnajual.

Untuk memastikan industri mematuhi regulasi tersebut, pemerintah melakukan verifikasi dengan cara menghitung nilai TKDN barang/jasa serta bobot manfaat perusahaan. Untuk melakukan verifikasi pemerintah menunjuk perusahaan verifikasi TKDN seperti PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia. Verifikasi mencakup proses produksi, mesin yang digunakan, tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung, biaya tidak langsung pabrik seperti penggunaan listrik, gas, telepon dan lain-lain. Hasil dari verifikasi ini adalah sertifikat TKDN. Untuk mengetahui nilai TKDN barang yang hendak dibeli, Anda bisa mengecek di website http://tkdn.kemenperin.go.id/.

Mengenal PT Samudera Luas Paramacitra Dengan TKDN-nya

PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) merupakan perusahaan nasional  yang menghasilkan berbagai produk berbahan dasar karet. Produk SLP di antaranya adalah  rubber airbag, rubber fender, elastomeric bearing pad, rubber water stop, expansion joint  dan berbagai produk karet lain.

Hampir semua produk SLP memiliki nilai TKDN tinggi, yaitu di atas 60%. Padahal standar yang ditetapkan pemerintah adalah 25%. Bagaimana produk SLP bisa mendapatkan nilai TKDN yang tinggi. Seperti disebutkan sebelumnya, nilai TKDN diperoleh dari penjumlahan komponen bahan/material langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya tidak langsung. Dengan komponen seperti ini, perusahaan yang menggunakan bahan baku utamanya dari dari dalam negeri akan  mendapatkan nilai TKDN yang tinggi. Sebagian besar produk SLP menggunakan karet alam sebagai bahan dasar utamanya, yang berasal dari dalam negeri.

Komponen kedua yang berkontribusi terhadap nilai tinggi TKDN adalah tenaga kerja langsung. Sebagai perusahaan nasional, semua tenaga kerja yang berkarya di SLP adalah pekerja lokal. Ini juga menjadi faktor yang berkontribusi pada tingginya nilai TKDN produk dari SLP.

Selanjutnya adalah biaya tidak langsung  pabrik seperti penggunaan listrik, gas, telepon dan sebagainya. Sebagai perusahaan lokal tentu saja alat pendukung produksi hampir semuanya berasal dari dalam negeri seperti listrik dari PLN atau gas dari Perusahaan Gas Negara.

Faktor yang dapat mengurangi nilai TKDN produk adalah penggunaan mesin produksi yang kebanyakan masih diimpor dari negara lain. Sebagian dari bahan baku produksi yang berasal dari impor juga berperan mengurangi nilai TKDN.

Cobalah Anda berkunjung ke website website http://tkdn.kemenperin.go.id/ untuk melihat nilai TKDN dari SLP. Di sana Anda akan menemukan lebih dari 18 sertifikat TKDN produk SLP.

Setifikat TKDN Fender Super Cone
Sertifikat TKDN SLP Air Bag
Sertifikat TKDN SLP Bearing Pad

Apabila  membutuhkan produk berbasis karet dengan sertifikat yang nilai TKDN-nya tinggi, silakan hubungi PT Samudera Luas Paramacitra di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com untuk keterangan lebih lanjut. 

Kalender 2023 PT Samudera Luas Paramacitra

Expansion Joint Dalam Sistem Perpipaan

Sistem perpipaan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan pada banyak industri. Jaringan pipa berperan mendistribusikan benda cair atau gas baik produk jadi, bahan mentah, atau bahan pendukung dalam produksi. Kegagalan pada sistem perpipaan bukan hanya merugikan perusahaan yang bersangkutan, tetapi juga membahayakan manusia dan lingkunngan. Ledakan pipa gas, misalnya, menimbulkan kebakaran dan kehancuran. Demikian pula ledakan pipa penyalur bahan kimia akan mencemari dan mengancam keselamatan mahluk hidup.

Salah satu komponen yang sangat penting dalam mencegah kegagalan sistem perpipaan adalah expansion joint yang sering disebut juga expansion below, atau dalam bahasa Indonesia disebut sambungan ekspansi. Expansion joint dirancang untuk menyerap perubahan dimensi pipa akibat pemuaian, kontraksi atau  ketika saluran mengandung tekanan yang besar. Expansion joint banyak digunakan pada kilang minyak, pabrik kimia dan petrokimia, pembangkit tenaga listrik, industri otomotif, dirgantara, serta sistem pemanas dan pendingin.

Secara lebih detail, expansion joint bermanfaat untuk:

  • Menyerap gerakan (ekspansi termal serta kompresi)
  • Menghilangkan stres dan ketegangan sistem.
  • Mengurangi kebisingan dan getaran mekanis.
  • Membentuk desain perpipaan yang kompak (dalam keterbatasan ruang)
  • Mengelola ketidakselaraan (misalignment) dalam sistem perpipaan
  • Mengurangi beban perpipaan pada nozel peralatan.

Expanssion joint umumnya terbuat dari bahan logam dan non logam.  Logam yang biasa digunakan untuk expansion joint  mencakup baja (carbon steel), baja campuran nikel (stainless steel), besi (iron cast), perunggu (bronze), dan  kuningan (brass). Bahan logam sangat cocok terutama untuk sambungan ekspansi pada pipa yang menyalurkan tekanan dan temperatur tinggi.

Sementara itu bahan non metal, mencakup fiber dan karet. Karet sangat unggul untuk diaplikasikan pada sambungan pipa untuk meredam getaran dan bertekanan rendah. Bahan karet yang digunakan dapat berupa karet alami atau karet sintetis sesuai dengan tujuan penggunaanya. Gambar 1 menampilkan  expantion joint berbahan metal dan berbahan karet.

Gambar 1. Sambungan ekspansi dari logam dan dari karet

Sebuah  expantion joint terdiri dari dua komponen utama yaitu below  dan flange.  Below merupakan bagian paling utama dalam menjalankan fungsinya menyerap pemuaian, penyusutan, gerakan dan getaran pipa. Sedangkan flange berfungsi untuk menyambung dengan dua ujung pipa (Lihat Gambar 2)  Dalam aplikasinya, expantion joint  dilengkapi dengan batang besi pengikat dan penutup below.

Gambar 2: Komponen expantion joint

Jenis-Jenis Expansion Joint

Jenis expantion joint untuk perpipaan cukup beragam sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah jenis utama yang paling umum digunakan.

1. Single Expansion Joint

Ciri khas Single Exantion Joint adalah memiliki satu below.  Jenis ini dirancang untuk bisa menyerap kombinasi tiga jenis gerakan dasar dalam sistem perpipaan yakni aksial, lateral, dan angular.

2. Double/Muti Expansion Joint

Double/Muti Expansion Joint memiliki dua atau lebih below yang tersambung secara langsung. Jenis ini juga dirancang untuk bisa menyerap kombinasi tiga jenis gerakan dasar dalam sistem perpipaan yakni aksial, lateral, dan angular tetapi dengan fleksibitas yang lebih tinggi.

3. Universal Expansion Joint

Jenis universal expansion joint ini berisi dua bellow yang bisa dihubungkan oleh pipa tengah dan sudah dilengkapi dengan batang pengikat

4. Pressure Balanced Expansion Joint

Expansion Joint jenis ini diterapkan untuk menyerap gerakan aksial dan atau defleksi lateral. Lalu tekanan dorongnya diseimbangkan melalui bellow tambahan dan batang pengikat. Pressure Balanced Expansion Joint digunakan pada saat terjadi perubahan arah pemipaan.

5. Hinged Expansion Joint

Jenis hinged expansion joint adalah sebuah rakitan yang didesain untuk menyerap perputaran angular hanya pada satu bidang saja. Perangkat ini terdiri dari 2 buah pelat berengsel terpisah dengan sudut 180° dan akan dihubungkan ke koneksi ujung. Engsel berfungsi untuk menahan tekanan dan beban luar lain.

6. Gimbal Expansion Joint

Jenis pada gimbal expansion joint berfungsi untuk menyerap pergerakan angular pada semua arah/semua bidang. Jenis sambungan ini terdiri dari 2 buah engsel juga dan terhubung ke cincin gimbal ring yang dirancang untuk menyerap tekanan beban internal maupun eksternal pipa.

Anda membutuhkan expantion joint untuk pabrik Anda dan masih bingung? Tidak usah ragu, silahkan hubungi PT Samudera Luas Paramacitra  di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email ke admin@niri-rubber.com. Kami siap membantu Anda.  

Cara Kerja Dan Instalasi Fender Karet Dermaga

Pada artikel  “Memilih Fender Karet Dermaga” kita sudah berkenalan dengan berbagai jenis fender. Nah sekarang kita akan memperbincangkan cara kerja fender dan pemasangan di dermaga. Mengapa perlu mengetahui cara kerja fender? Dengan memahami cara kerja fender, kita dapat memilih jenis fender yang tepat dan memasangnya dengan benar di pelabuhan. Pemilihan dan instalasi fender yang tepat, akan meningkatkan kualitas dermaga, sekaligus mencegah kerusakan kapal yang sandar.

Cara Kerja Fender

Saat kapal membentur dermaga, fender menyerap energi benturan tersebut dan meneruskan gaya ke struktur dan dermaga. Gaya yang diteruskan ke dermaga tergantung pada tipe fender dan defleksi yang diizinkan. Tipe fender cone yang dilengkapi dengan panel besar, misalnya, cocok untuk dermaga yang disinggahi kapal-kapal besar. Fender tipe V atau tipe A, cocok untuk dermaga  sandar kapal menengah. Sedangkan fender tipe D atau square tepat bagi pelabuhan-pelabuhan kecil. Tentu saja, ukuran fender juga ikut menentukan kemampuan masing-masing jenis fender.

Selain jenis dan ukuran fender, daya serap energi juga ditentukan oleh kemampuan defleksinya. Defleksi adalah perubahan bentuk fender yang memungkinkan untuk kembali ke bentuk semula saat mendapat benturan kapal. Gambar di bawah ini menunjukkan defleksi dari fender tipe V. Pada kondisi sebelum ada benturan kapal, defleksinya 0%. Setelah ada benturan, fender mendalami defleksi 20% dan 40%. Dalam perencanaan fender, biasanya defleksi maksimum  yang diizinkan adalah sebesar 45%.

Bagaimana mengetahui kemampuan defleksi fender? Anda dapat berkonsultasi dengan perusahaan pembuat fender. Mereka biasanya sudah membuat grafik hubungan defleksi gaya-reaksi-energi masing-masing tipe fender.





Gambar 1. Defleksi pada fender

Pemasangan Fender

Pemasangan fender harus memperhitungkan poisisi vertikal maupun horizontal. Pada posisi  vertikal, pemasangan fender tergantung pada ukuran kapal yang berlabuh dan pasang surut. Fender harus dapat melindungi dan menyerap benturan dari semua jenis dan ukuran kapal untuk berbagai elevasi (tinggi) permukaan air laut.

Sebagai contoh, Gambar 2 menunjukkan fender hanya dapat menahan benturan kapal besar saat permukaan air laut surut. Kapal kecil, akan membentur tiang dermaga. Tetapi, ketika permukaan air laut naik, kapal kecil juga akan membentur fender.





Gambar 2. Pemasangan fender yang hanya mengakomodasi kapal besar

Agar saat permukaan air laut surut dan kapal kecil tidak membentur tiang dermaga, maka fender perlu diberi panel vertikal memanjang sampai mendekati permukaan air terendah.  Seperti ditunjukkan pada Gambar 3, ketika air laut surut fender masih dapat menahan benturan kapal kecil.





Gambar 3. Pemasangan fender yang mengakomodasi kapal besar dan kapal kecil

Sekarang kita melihat pertimbangan pemasangan fender dari dimensi horizontal.  Secara horizontal, fender harus dipasang di sepanjang dermaga, dengan jarak tertentu masing-masing fender. Apabila jarak fender terlalu jauh, kapal dapat membentur dermaga.  Sebaliknya, apabila jarak antar fender terlalu  dekat, maka kurang efisien karena terlalu banyak fender. Jarak antar fender ditentukan oleh oleh radius halauan kapal yang berlabuh. Tetapi secara umum jarak antar fender tidak boleh lebih dari 15 (lima belas) meter.

Pemilihan fender juga ditentukan oleh berapa banyak fender yang bersentuhan dengan kapal. Energi benturan dibagi di antara fender yang bersentuhan pada tingkat defleksi masing-masing fender. Gambar 4 di bawah ini menunjukkan dua halauan kapal  yang akan sandar.  Pada contoh (a) kapal ‘diterima’ oleh dua fender, sedangkan pada contoh (b) kapal ‘diterima’ oleh tiga fender.




pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.WordSection1 {page:WordSection1;} –>
Gambar 4 Halauan kapal sandar

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai berbagai jenis fender, spesifikasi dan aplikasinya di dermaga, dapat berkonsulasi dengan PT Samudera Luas Paramacitra di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com.  

Memilih Fender Karet Dermaga

Apabila Anda terlibat dalam proyek pembangunan dermaga pelabuhan, jangan lupakan komponen yang sangat penting yaitu fender. Fender merupakan perangkat yang berfungsi sebagai peredam energi benturan antara kapal dengan dinding dermaga saat kapal berlabuh. Pemilihan dan instalasi fender yang tepat, akan meningkatkan kualitas dermaga, sekaligus mencegah kerusakan kapal yang sandar. Mari kita kenali lebih jauh mengenai fungsi dan jenis fender.

Mengapa Dermaga Memerlukan Fender?

Kapal yang akan sandar ke dermaga masih memiliki kecepatan, baik yang digerakan oleh kapal itu sendiri ataupun oleh kapal tunda. Oleh karena itu, saat merapat akan terjadi benturan antara kapal dengan dermaga. Meskipun kapal bergerak lambat, tetapi karena bobotnya besar, maka energi benturan tersebut menjadi besar. Untuk menghindari kerusakan pada kapal dan dermaga, maka di tepi dermaga harus diberi bantalan yang berfungsi menyerap energi benturan. Bantalan yang ditempatkan di depan dermaga disebut fender. Fender juga dapat melindungi cat badan kapal dari kerusakan karena gesekan kapal dengan dermaga akibat gerakan kapal karena gelombang, arus dan angin.

Sebagai peredam benturan, fender harus dibuat dari bahan yang elastis. Dari bahannya ada dua jenis fender, yaitu fender kayu dan fender karet. Di Indonesia, fender kayu masih bisa ditemukan pada beberapa pelabuhan lama ukuran kecil.  Dermaga pada pelabuhan besar atau pelabuhan baru, pasti sudah menggunakan fender karet. Mengapa? Fender karet memiliki kinerja yang jauh lebih bagus serta tersedia berbagai jenis dan ukuran untuk mengakomodir kebutuhan dermaga.

Mengenal Tipe Fender Karet

Untuk dapat memilih fender yang tepat, kita perlu mengenal berbagai jenis fender. Secara umum, fender karet memilki dua kategori, yaitu tetap (fixed) dan apung (float). Fender tipe tetap dipasang menempel pada dinding dermaga.  Sedangkan tipe apung , mengapung pada permukaan air dengan diikat pada dinding dermaga.

Fender dalam kategori tetap, memiliki beberapa jenis yang populer yaitu tipe V, M,D, Cell, Cone.

Fender Tipe V , Fender tipe V berbentuk seperti huruf V, dan dikenal pula sebagai Arch Fender. Fender tipe V dapat dipasang secara horizontal maupun vertikal sesuai dengan tujuan aplikasinya.

Gambar: Fnder tipe V

Fender Tipe M , Fender tipe M berbentuk seperti huruf M. Seperti juga pada fender V, fender tipe M dapat dipasang secara horisontal maupun vertikal langsung menempel pada dinding dermaga ataupun ditempelkan pada panel (frontal frame).

Gambar : Fender tipe M

Fender tipe D

Fender tipe D , memiliki bentuk seperti huruf D dengan bagian tengah berongga. Dari bentuk rongganya, kita mengenal fender dengan rongga bentuk D dan rongga bentuk O. Fender tipe D dapat dipasang secara vertikal maupun horisontal.  

Gambar : Fender tipe D

Fender Tipe Cell

Fender tipe cell berbentuk silinder dengan dua penampang pada masing-masing ujungnya. Penampang ini berfungsi untuk menempelkan pada dinding dermaga dan untuk memasang panel. Fender tipe Cell memiliki beragam ukuran. Tipe cell berukuran besar disebut sebagai super cell. Dalam aplikasinya, fender dilengkapi panel. Umumnya fender Cell dipasang pada pelabuhan untuk kapal-kapal besar.

Gambar : Fender tipe cell

Fender Tipe Cone

Cone Fender  berbentuk kerucut dengan ujung datar, oleh karena itu fender jenis ini sering juga dinamakan sebagai kerucut terpancung. Seperti fender tipe sel, dalam aplikasinya juga dilengkapi dengan panel.

Gambar : Fender tipe cone

Fender Tipe Silinder. Fender tipe silinder hampir sama dengan tipe sel, tetapi berukuran lebih panjang dan tanpa penampang pada ujung-ujungnya. Fender Silinder ini dapat dipasang horisontal maupun vertikal disesuaikan kebutuhan.

Gambar : Fender tipe silinder

Pneumatic Fender

Pneumatic Fender berbentuk balon lonjong. Untuk meningkatkan daya tahan benturan, biasanya bagian luarnya diberi ban-ban karet yang diikatkan ke fender tersebut. Selayaknya balon, pneumatic fender diisi dengan udara. Dalam menginstalasi, fender ini diberi rantai yang diikatkan pada dinding dermaga. Pneumatic fender cocok untuk pelabuhan dengan pasang surut permukaan air laut yang ekstrim.

Gambar : Fender Pneumatic

Penting sekali dalam perencanaan dermaga untuk menentukan jenis fender yang tepat. Apabila Anda membutuhkan informasi yang lebih mendalam mengenai fender, silahkan menghubungi PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com.  

Mengenal Karet Dilatasi Pada Bangunan

Ketika melintasi jalan beton, pernahkah Anda memperhatikan adanya sambungan di antara bidang-bidang jalan?  Sambungan tersebut ada yang dibuat dari aspal, karet, atau bahan lain yang lebih lunak.  Sambungan tersebut dinamakan dilatasi atau siar muai, atau expansion joint. Kita menemukan expansion joint pada jalan beton, jembatan, tembok, lantai, fondasi, atap beton atau paving block.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa badan jalan, jembatan, dan tembok, harus ‘dipotong-potong’ dan disambung dengan dilatasi atau expansion joint?

Beton merupakan bahan keras dan kaku, sehingga tidak dapat ditekuk atau diregangkan tanpa mengalami kegagalan. Repotnya, pada bangunan, beton selalu memuai dan menyusut karena perubahan suhu atau gerakan di sekitarnya. Untuk memberi ruang memuai dan menyusut, bangunan dihubungkan dengan dilatasi. Tanpa dilatasi, bangunan menghadapi risiko pecah atau  retak yang merusak.

Dilatasi harus dirancang dan dibuat secara cermat untuk memberi hasil maksimal. Dilatasi yang baik memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Memungkinkan kontraksi dan ekspansi karena panas tanpa menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan.
  • Menyerap getaran karena pergerakan tanah akibat gempa bumi atau penurunan tanah.
  • Mampu menahan tekanan

Bahan untuk dilatasi cukup beragam seperti aspal (untuk jalan atau jembatan beton,), karet (untuk jalan dan jembatan, dinding, lantai, dan fondasi), kain, dan logam. Meskipun demikian bahan yang paling banyak digunakan adalah karet. Dilatasi yang dibuat dari karet disebut karet dilatasi, rubber expansion joint atau elastomeric expansion joint.

Ada beberapa keunggulan dari dilatasi yang terbuat dari karet.

Pertama, memiliki fleksibilitas tinggi, karet memiliki daya rentang kontraksi tertinggi dari bahan lain.

Kedua, instalasi cukup sederhana. Karet dilatasi dapat dirancang dan dibuat sesuai dengan ukuran, dimensi, dan spesifikasi bangunan. Ketika bangunan sudah siap, tinggal dipasang.

Ketiga, memudahkan penggantian. Ketika karet dilatasi sudah usang penggantiannya cukup dengan cara melepas karet dilatasi yang lama diganti dengan yang baru. Ini tidak bisa dilakukan ketika dilatasi menggunakan aspal, yang harus dibongkar lebih dahulu dan menuangkan aspal baru. 

Gambar: Rubber dilation

Pada jembatan, dilatasi jembatan dirancang untuk menanggung gerakan lalu lintas yang terus menerus antara struktur sambil mengakomodasi gerakan mengembang-menyusut, dan variasi suhu pada beton bertulang dan pratekan, serta struktur baja. Jadi, karet dilatasi pada jembatan atau jalan memiliki fungsi ganda, yaitu mengakomodasi kembang-susut beton, serta menyerap gaya getaran dan gerakan. Pada jembatan atau jalan layang, karet dilatasi juga ikut meredam suara berisik dari kendaraan yang lalu Lalang.

Gambar: Rubber sheet

Pada tembok, batu bata atau bata ringan, dilatasi mencegah keretakan dinding,  serta menghindari  bata menonjol dan pengelupasan lapisan dinding karena pemuaian. Pada dinding, karet dilatasi juga membantu memperkuat keluwesan dinding karena gerakan tanah akibat gempa atau dinamika di sekitarnya.

Gambar : Rubber Waterstop

Terdapat dua metode memasang elastomeric expansion joint pada jembatan dan jalan, yaitu sebelum pembetonan dan setelah pembetonan. Pada pemasangan sebelum pembetonan, dibuat celah beton dengan  sisi dilapisi pelat baja, kemudian karet dilatasi dipasang dalam celah tersebut. Selanjutnya dilakukan pembetonan. Untuk merapikan, bagian atas ditutup dengan lembar karet atau pelat baja.

Metode kedua, karet dilatasi dipasang setelah pembetonan. Setelah beton kering, kemudian dibuat celah dengan cara digali. Selanjutnya celah tersebut tepinya diberi pelat baja dan tengahnya diisi dengan dengan karet dilatasi. Biasanya, bagian atas celah dirapikan dengan ditutupi lembaran karet atau pelat baja.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai karet dilatasi untuk bangunan maupun perpipaan, silakan menghubungi PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) di nomor +62 823 2018 9998.

Mengenal Karet Bantalan Jembatan

Salah satu bagian yang sangat penting dari struktur jembatan tetapi kurang tampak adalah bantalan karet atau rubber bearing yang disebut juga elastomer bearing.  Maklum, posisinya memang tersembunyi di antara badan jembatan dengan tiang penyangga. Bantalan ini berfungsi untuk meredam getaran dan menahan beban secara vertikal, horizontal maupun rotasi, dari kendaraan yang melintas di atasnya.  

Alat ini bekerja dengan cara menyerap dan membiaskan gaya beban melalui elastisitas dari elastomer (karet) agar tidak tertumpu pada satu titik. Bantalan ini  mentransfer gaya dari tekanan yang diterima oleh bangunan atas ke bangunan bawah atau mengurangi getaran di tanah ke bangunan atas. Meskipun umumnya digunakan pada jembatan, elastomer bearing juga digunakan pada beberapa bangunan gedung.  

Material utama elastomer bearing adalah karet, baik karet alami maupun karet sintesis, dilengkapi dengan pelat baja. Bantalan ini terdiri dari beberapa jenis dan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan penggunaannya.  Jembatan dengan panjang dan lebar yang berbeda, memerlukan jenis dan spesifikasi bantalan karet yang berbeda. Demikian pula, jembatan yang mendapat beban kendaraan berbeda, memerlukan jenis elastomer bearing sendiri-sendiri. Bahkan pemilihan jenis dan spesifikasi bantalan juga mempertimbangkan kondisi bangunan apakah di daerah rawan gempa, banjir, angin kencang dan sebagainya.

Elastomeric Bearing

Elastomeric Bearing atau dikenal juga sebagai bantalan elastomer ditandai dengan dominannya komponen karet pada strukturnya. Elastomeric Bearing secara umum memiliki tiga model  yaitu Bantalan Elastomer Polos (Plain Elastomeric Bearing) dan Bantalan Berlaminasi (Laminated Bearing).

Bantalan Elastomer Polos. Jenis bantalan ini berupa kompon (potongan) karet saja tanpa tambahan lapisan baja baik di permukaan ataupun lapisan dalamnya. Jenis bantalan ini digunakan pada jembatan tidak panjang dan tidak lebar, serta tidak menahan beban yang terlalu berat.

Caption: Bantalan elestomer polos

Bantalan Elastomer Laminasi. Bantalan elastomer berlaminasi terbuat dari karet berlapis-lapis dan diperkuat dengan pelat baja pada masing-masing lapisan. Bantalan ini memiliki kekakuan vertikal yang andal untuk mentransfer beban dari atas ke bawah maupun samping. Oleh karena itu, bantalan berlaminasi sering diaplikasikan pada jembatan baja maupun jembatan beton

Gambar: Elestomer berlaminasi

Pot Bearing

Pot bearing, juga dikenal sebagai pot rubber bearing, terbuat dari bantalan elastomer (karet) yang tertanam di dalam wadah pelat baja. Di antara elastomer dengan wadah pelat baja terdapat lapisan PTFE dan lembaran baja yang memungkinkan elastomer bergerak ketika mendapat tekanan beban dan getar dari segala arah (lihat Gambar Pot Bearing).  Elastomer pada pot bearing khusus dirancang untuk menanggung beban besar serta pergeseran horizontal dan rotasi besar yang pula. Jenis bantalan ini memiliki tiga model yaitu fixed pot bearing, guided pot bearing dan free sliding pot bearing.

Gambar: Pot bearing

Fixed Pot Bearing. Bantalan elastomer pada model fixed pot bearing dirancang tidak bergerak. Di bawah tekanan beban, bantalan elastomer mentransmisi gaya ke segala arah.

Guided Pot Bearing. Guided pot bearing dilengkapi dengan pengatur yang memungkinkan bantalan bergerak pada satu arah saja. Baja geser dan PTFE geser selanjutnya ikut mengurangi koefisien gesekan.  Guided pot bearing paling baik digunakan ketika beban horizontal relatif kecil (kurang dari 20% dari beban vertikal).

free sliding pot bearing. Free sliding pot bearing dapat bergerak ke segala arah. Penambahan PTFE dan lapisan baja geser antara piston dengan pelat baja memungkinkan bantalan ini bergerak horizontal ke segala arah.

Seismic Isolation Bearing

Seismic Isolation Bearing atau Bantalan Isolasi Seismik merupakan jenis bantalan jembatan yang dirancang khusus untuk meminimalkan dampak kekuatan  dan pergeseran saat terjadi gempa bumi. Secara umum, bantalan jembatan jenis ini dibagi menjadi dua model, High Damping Rubber Bearing (HDRB) dan Lead Rubber Bearing (LRB).

HDRB tersusun dari karet khusus yang memiliki kemampuan redaman sangat baik, diapit oleh pelat baja. HDRB memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengurangi getaran.

Gambar: High Damoing Rubber Bearing

LRB terbuat dari beberapa lapisan elastomer yang masing-masing diperkuat dengan lembaran baja. Pada bagian tengah atau pusat (core) terdapat timbal (lead). Elastomer pada LRB biasanya terbuat dari karet alam yang memiliki sifat fleksibilitas tinggi. Sedangkan lead terbuat dari 99.9% timbal murni.

Gambar : LBR

Apabila Anda ingin mengetahui lebih banyak berbagai hal mengenai Karet Bantalan Jembatan atau  rubber bearing bisa menghubungi PT Samudera Luas Paramacitra  di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email ke admin@niri-rubber.com

Gambar: Bantalan Elastomer Polos

Memilih Rubber Airbag Yang Aman, Efektif, Dan Efisien

Rubber Marine Airbag, kini telah menjadi alat yang populer di perusahaan galangan kapal untuk mendaratkan atau meluncurkan kapal. Tetapi tidak sedikit galangan kapal merasa kesulitan ketika harus memilih airbag, terutama galangan kapal yang baru mulai menggunakan perangkat ini.  Sebenarnya pemilihan airbag peluncuran/ pendaratan  kapal tidaklah rumit.  Cukup pertimbangkan aspek-aspek berikut ini:

Diameter Airbag

Memilih diameter airbag yang tepat tidak hanya memungkinkan untuk meluncurkan/ mendaratkan kapal secara aman, tetapi juga menghemat biaya.  Dari segi diameter, secara umum terdapat lima standar diameter rubber airbag, yaitu 0, 8 meter, 1,0 meter, 1,2 meter,  1, 5 meter, 1,8 meter, dan 2,0 meter.  Prinsip pertama yang harus diingat dalam menentukan diameter adalah, diameter airbag harus lebih besar dari ketinggian balok penyangga di bawah kapal. Jika balok tingginya kurang dari 1 meter, dapat memilih airbag berdiameter 1,2 meter atau 1,5 meter. Jika balok tingginya sekitar 1,2 meter sampai 1,5 meter, Anda dapat memilih airbag berdiameter 1,8 m atau 2,0 meter.

Untuk menghemat, jika proyek peluncuran Anda sudah bisa dilakukan dengan airbag yang berdiameter kecil, Anda tidak perlu memilih airbag yang lebih besar.

Memilih panjang airbag

Secara umum, panjang airbag adalah dari 5 meter hingga 25 meter . Untuk memilih panjang airbag yang sesuai, harus mempertimbangkan pengaturan airbag saat peluncuran. Ada tiga cara untuk pengaturan airbag, yaitu:

  1. Susunan baris tunggal
  2. Susunan berselang-seling
  3. Susunan dua baris

Adapun panjang airbag yang digunakan, tergantung lebar kapal dan cara pengaturannya.

Ketika lebar kapal tidak lebih dari 25 meter dan memilih susunan baris tunggal, panjang airbag harus lebih panjang dari lebar kapal.

Ketika lebar kapal lebih besar dari 25 meter dan memilih susunan berselang-seling, dapat membagi lebar kapal dengan 2 dan ditambah 1-2 meter untuk menentukan panjang airbag.

Jika lebar kapal lebih besar dari panjang efektif gabungan dua airbag (25 m setiap airbag), atau untuk kapal khusus seperti, maka harus dipilih pengaturan dua baris.

Susunan airbag 1 (satu) baris
Susunan airbag selang seling
Susunan airb 2 (dua) garis

Bagaimana cara memilih jumlah lapisan airbag?

Airbag umumnya memiliki lapisan 4 lapisan (layer) hingga 12, tetapi yang paling umum adalah 6 lapis. Sebenarnya dalam menentukan daya angkat airbag  terhadap bobot kapal ada dua faktor yang diperhitungkan yaitu jumlah layer masing-masing airbag dan banyaknya airbag  yang digunakan. Galangan kapal bisa mengurangi kuantitas airbag dengan menggunakan airbag  yang lapisannya lebih banyak, atau menggunakan lebih banyak airbag yang memilikilapisan lebih sedikit. Pemilihan kompoisisi ini disesuaikan dengan lapangan.

Ketika lapangan yang digunakan untuk meluncurkan kapal terbatas  pertimbangkan untuk menggunakan airbag  yang memiliki memiliki lapisan lebih banyak. Airbag  yang memiliki lapisan lebih banyak memiliki daya topang jauh lebih kuat. Tetapi untuk lapangan yang cukup luas dan strukturnya rata (halus), sebaiknya gunakan jumlah airbag lebih banyak yang lapisannya lebih sedikit.

Menambah jumlah airbag lebih baik daripada membeli airbag dengan lapisan lebih banyak. Menggunakan airbag dengan benar lebih efektif daripada membeli airbag dengan lapisan yang lebih banyak.

Menentukan jumlah Airbag?

Bagaimana menentukan jumlah airbag untuk proyek peluncuran atau pengangkutan kapal tidaklah sulit. Menurut berat kapal yang diluncurkan, jumlah kantong udara yang dibutuhkan untuk operasi ini harus dihitung sesuai dengan Rumus:

Rumus menghitung jumlah lapisan airbag

Diketahui :

N, adalah jumlah airbag yang digunakan untuk peluncuran kapal.

K1, adalah koefisien safety factor, secara umum, K1 1,2;

Q, adalah berat kapal (ton);

g,  adalah percepatan gravitasi (m/s2), g = 9,8;

Cb, adalah koefisien blok kapal yang diluncurkan;

R, adalah daya dukung unit yang diizinkan dari airbag (kN/m);

Ld, adalah panjang kontak antara bagian bawah kapal dan badan kantong udara pada bagian tengah kapal (m).

Dari hasil perhitungan tersebut, galangan kapal harus menyiapkan dan meyediakan 2 sampai 4 airbag tambahan sebagai cadangan. Dalam praktik, jenis kapal yang berbeda memerlukan jumlah jumlah airbag yang berbeda sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam proyek peluncuran/ pendaratan kapal disarankan untuk berkonsultasi dengan teknisi profesional.

Apabila Anda ingin mengetahui lebih banyak berbagai hal mengenai Rubber Marine Airbag bisa menghubungi PT Samudera Luas Paramacitra  Hotline (+62) 823 2018 9998 atau email ke admin@niri-rubber.com.