Pabrik Karet Terbaik di Indonesia

Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam (SDA) yang melimpah baik yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Keindahan alam, keramahan penduduknya, serta kekayaan alamnya membuat siapapun bersyukur menempati negeri ini.

Kekayaan alam Indonesia sangat tersohor ke berbagai belahan dunia. Tidak heran banyak negara ingin memiliki dan menguasai kekayaan Indonesia. Indonesia terkenal sebagai penghasil biji kopi, cokelat, karet alam dan macam-macam hasil bumi terbaik di dunia.

Karet mentah atau getah karet dihasilkan dari beberapa tanaman dan setiap tanaman menghasilkan peruntukan yang berbeda-beda. Berdasarkan data Kementrian Pertanian, luas tanah perkebunan karet nasional pada akhir tahun 2019 diperkirakan mencapai 3,68 juta ha. Dengan luas lahan produksi karet alam yang sangat besar, karet alam menjadi komoditas utama ekspor nonmigas dari Indonesia.

Dengan komoditas karet alam yang demikian luar biasa hasilnya, sudah pasti Indonesia memiliki industri karet yang mumpuni, salah satunya PT Samudera Luas Paramacitra (SLP). Pabrik karet yang terletak di Cirebon ini telah berkecimpung dalam pengolahan karet sejak tahun 1989 dan baru-baru ini mengukir prestasi sebagai pabrik karet Indonesia pertama yang dapat memproduksi rubber airbag sendiri.

Produk PT SLP begitu variatif dan menyentuh banyak lini kehidupan sepertirice hulling rolls(roll pemecah padi), mooring buoy, marine rubber fender untuk menyerap benturan saat tambat kapal, elastomeric bearing pad yang digunakan dalam konstruksi jalan raya dan jembatan, dll. Selain produk yang disebutkan tadi, kami juga dapat membuat pesanan sesuai yang permintaan pelanggan.

Kami siap bermitra dan memenuhi permintaan Anda tentunya dengan kualitas produk terbaik dan pelayanan yang memuaskan. Kami telah bersertifikat ISO 9001- 2015, SNI (Standar Nasional Indonesia), TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), PIANC dan telah berkolaborasi dalam riset, di antaranya dengan BPPT. Kami pun telah menerima penghargaan sebagai BUMS Abyudaya Terbaik Kedua dalam Malam Apresiasi HARTEKNAS ke-24. Percayakan kebutuhan karet Anda pada pabrik karet bersertifikasi dengan reputasi terbaik di bidangnya.

Sumber:

Htpps://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/31/berapa-luas-lahankaret-indonesia

Rice Hulling Rolls

Negara ASEAN terkenal dengan sebutan negara agrikultur. Negara agrikultur adalah sebuah negara dimana mayoritas warga negarannya menggantungkan hidup di sektor pertanian dengan menjadikan profesi  petani untuk bertahan gidup dan memproduksi bahan makanan pokok.

Kita patut bersyukur bisa hidup di negara yang begitu kaya akan sumber daya alamnya, Tuhan telah menganugerahkan lahan pertanian yang begitu luas. Menurut kementrian ATR/BPN & BPS pada tahun 2018 luas lahan pertanian Indonesia yaitu 7,1 juta hektar, dengan luas lahan yang begitu besar kita tidak harus khawatir kebutuhan akan pangan khususnya kebutuhan akan beras. Maka tidak heran jika sektor pertanian adalah salah satu penyumbang sektor ekonomi dan sektor lainnya.

Tahukan Anda beras yang kita nikmati setiap hari itu ada proses yang harus dilakukan dari padi menjadi beras. Proses menjadi beras ini menggunakan alat penggiling padi yang mana salah satu komponennya yaitu menggunakan Rice Hulling Rolls. Rice Hulling Rolls adalah alat yang berfungsi memecah gabah dari beras.

Rice Hulling Rolls terdiri dari beberapa ukuran, adalah sebagai berikut:

1.10” x 10”                

2. 8¾” x 6”

3. 8¾” x 4”

4. 6⅝” x 4”

5. 6¼” x 2½”

Kami memeliki beberapa brand diantaranya:

  1. NIRI Maxton, dengan kapasitas 140 ton
  2. Flying Horse, dengan kapasitas 70 ton
  3. Panther, dengan kapasitas 70 ton
  4. Rajawali, dengan kapasitas 50 ton

Ada manyak manfaat Rice Hulling Rools, diantarannya:

  1. Bahan baku Rice Hulling Rools terbuat dari karet yang aman jika digunakan untuk makanan sehingga menghasilan beras yang aman pula, bersih, putih dan pulen.
  2. Hasil pemecahan menghasilan beras yang utuh
  3. Pengunaan Rice Hulling Rools berkapasitas tinggi

Sertifikasi sistem produk Rice Hulling Rools yaitu ISO 9001 dan lebih dari 40 tahun kami memproduksi Rice Hulling Rools

PRODUSEN FENDER LOKAL MINTA DIBERI KESEMPATAN MASUK PELABUHAN BESAR

Sebagai Produsen Fender Pelabuhan yang sudah bersertifikat SNI, ISO, dan Type Approval dari PIANC (Permanent International Association Navigation Congresses) , PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) minta diberi kesempatan produknya digunakan oleh pelabuhan-pelabuhan besar.

“Pemerintah lewat berbagai aturan telah berusaha meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri. Kami sebagai produsen dalam negeri yang menyerap karet alam lokal terus menerus meningkatkan kualitas, terbukti dari sudah bersertifikat Type Approval dari PIANC. Kami juga minta saran dan bantuan pakar-pakar bagaimana meningkatkan kualitas sehingga tidak kalah dengan produk luar negeri yang digunakan pelabuhan-pelabuhan besar. Tetapi sampai sekarang, kenyataannya pelabuhan besar masih mengutamakan penggunaan fender luar,” kata Adi Limansubroto, Direktur Operasional dan Marketing PT Samudera Luas Paramacitra dalam perbincangan dengan Perkebunannews.com.

Salah satu alasan yang dikemukakan adalah pelabuhan merupakan objek vital sehingga harus menggunakan produk berkualitas tinggi, dan produk berkualitas itu berasal dari luar negeri. Artinya mereka belum atau tidak percaya pada produsen dalam negeri.

Alasan lain adalah kapal yang akan bersandar di pelabuhan itu adalah kapal Internasional. Pemilik kapal atau yang mewakili mensyaratkan, fender yang akan mereka sandari harus bersertifikat PIANC.

“Waktu diberi alasan itu kami mencari tahu dan melakukan riset apa yang disyaratkan oleh PIANC, lalu kami menciptakan sendiri mesin-mesin pengujian dan meningkatkan kualitas produk fender kami, sehingga bisa memenuhi persyaratannya. Kami memberanikan diri mengambil sertifikat Type Approval dari PIANC, dan PT Samudera Luas menjadi Manufaktur Fender Pertama di Indonesia yang bersertifikat Type Approval dari PIANC. Setelah itu ada perusahaan lokal lain menyusul dan kita senang karena sesama produsen dalam negeri,” katanya.

Walaupun sudah ada manufaktur lokal yang bersertifikat dari PIANC, tetapi tetap saja produk fender import yang berjaya. Sudah ada Keputusan Presiden dan Peraturan Menteri Perindustrian yang jelas-jelas mengatur supaya penggunaan produk dalam negeri ditingkatkan, bahkan sanksinya jelas. Tetapi dengan berbagai cara bisa disiasati sehingga pengadaan fender tetap berasal dari luar negeri.

Ada tiga faktor yang menentukan dalam persaingan pengadaan fender yaitu kualitas, harga dan waktu pengantaran (delivery time). “Secara kualitas kami berani bersaing. Pelabuhan ada yang minta garansi mulai dari satu tahun, naik jadi dua tahun, naik lagi lima tahun bahkan sampai 10 tahun kita berani ikuti karena selama penggunaannya benar, tidak akan bermasalah,” katanya.

Fender digunakan untuk tumbukan kapal dari depan bukan dari samping yang bersudut. Kemudian harus sesuai dengan kapasitasnya , bukan kapasitas untuk kapal 5.000 ton tetapi disandari kapal 20.000 ton.

Dari sisi harga jika dibandingkan dengan fender dari Jepang dan Eropa harga fender SLP hanya 50-60% nya saja, sedang dengan produk dari Korea Selatan mencapai 75-80% , tetapi tetap lebih murah. Bersaing dengan produk China unik kadang mereka bisa lebih murah, sama atau lebih mahal. Dari sisi kualitas dan Delivery time SLP berani bersaing.

Dalam beberapa tender SLP bisa lebih cepat yaitu 2-3 bulan sedang dari luar negeri 4-5 bulan. Dengan pengadaan lebih cepat, pelabuhan bisa digunakan jauh lebih cepat sehingga lebih efisien.

“Dengan 3 parameter tadi kami berani bersaing dalam pengadaan, tetapi kenyataannya masih ada faktor “X” yang membuat fender import sering menang. Padahal secara legal formal apa yang mereka minta kami bisa penuhi semuanya. Tentunya kami sebagai produsen lokal senantiasa berharap agar pembangunan infrastruktur di Indonesia semakin maju seiring dengan keberpihakan serta dukungan kepada industri dalam negeri agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya

sumber

PRODUSEN FENDER LOKAL MINTA DIBERI KESEMPATAN MASUK PELABUHAN BESAR

Kunjungi Kami di Indonesia Maritim Expo (IME) 16 – 18 Oktober 2019 JiExpo, Kemayoran

Indonesia Maritime Expo Event pameran produk2 maritim ketiga sekaligus penutup dari rangkaian pameran bertema maritim di tahun 2019. Pameran yang diadakan oleh Reed Panorama Exhibitions, ajang tersebut diikuti oleh puluhan perusahaan perkapalan dan industry penunjang perkapalan yang akan menampilkan produk2 terbaik yang dihasilkan baik itu produk dalam negeri maupun luar negeri. Tak hanya itu, IME hadir sebagai wadah untuk memperkuat dan meningkatkan visibilitas perdagangan laut dan lintas laut di pasar Indonesia. Acara ini juga merupakan platform untuk memberikan wawasan dan peluang bagi penyedia dan manufaktur jasa maritim, pengiriman, pelabuhan, dan logistik. Oleh karenanya merupakan kesempatan bagi para pelaku bisnis maritim untuk dapat menambah referensi produk dan harga yang dibutuhkan.

Pameran akan dilaksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 16 – 18 oktober 2019 bertempat di JIExpo Kemayoran. Tak hanya pameran, nantinya akan ada konferensi “Indonesia Dedicated Maritime Industry Event” yang akan membahas soal peluang membuat bisnis baru serta peluang mendapatkan klien baru melalui jaringan bisnis acara IME.

PT Samudera Luas Paramacitra perusahaan karet fender terkemuka dan satu-satunya pabrikan pertama yang mampu memproduksi dan mengkomersialisasikan karet peluncur kapal atau rubber airbag atau juga disebut rubber launchingship, ikut berpartisipasi dalam IME (Indonesia Maritime Expo 2019) ini yang berlokasi di JIEXPO – Kemayoran Jakarta.

Anda telah kami undang ke booth kami di JIEXPO Kemayoran Hall D1, D-04, datang dan dapatkan penawaran terbaik dari produk-produk unggulan kami.

Sejarah Singkat Awal Perkembangan Karet

Berawal dari orang-orang di Amerika Utara bermain mainan seperti bola pada tahun 1476, seseorang yang tercatat sebagai penemu benua Amerika, Christoper Columbus heran karena bola itu memantul jika dijatuhkan ke tanah. Usut punya usut bola itu terbuat cari campuran rumput, akar dan kayu kemudian diberikan campuran lateks yang dipanaskan.

Singkat cerita hal itu berkembang ketika pada tahun 1731 para ilmuwan dari Perancis Fresnau melaporkan bahwa banyak tanaman yang dapat menghasilkan lateks atau karet, diantaranya dari jenis Havea brasilienss yang tumbuh di hutan Amazon di Brazil. Saat ini tanaman tersebut menjadi tanaman penghasil karet utama, dan sudah dibudidayakan di Asia Tenggara yang menjadi penghasil karet utama di dunia saat ini.

Seorang ahli kimia dari Iggris pada tahun 1770 melaporkan bahwa, karet digunakan untuk menghapus tulisan dari pensil. sejak 1775 karet mulai digunakan sebagai bahan penghapus tulisan pensil, dan jadilah karet itu di Inggris disebut dengan nama Rubber (dari kata to rub, yg artinya menghapus), sebelumnya remah roti biasa digunakan orang untuk menghapus tulisan pensil. Pada dasarnya, nama ilmiah yang diberikan untuk benda yang elastis (menyerupai karet) ialah elastomer, tetapi sebutan rubber-lah lebih populer di kalangan masyarakat awam.

Barang-barang karet yang diproduksi waktu itu selalu menjadi kaku di musim dingin dan lengket dimusim panas, sampai seorang yang bernama Charles Goodyear yang melakukan penelitian pada 1838 menemukan bahwa, dengan dicampurkannya belerang dan dipanaskan maka keret tersebut menjadi elastis dan tidak terpengaruh lagi oleh cuaca. Sebagian besar ilmuwan sepakat untuk menetapkan Charles Goodyear sebagai penemu proses vulkanisasi. Penemuan besar proses vulkanisasi ini akhirnya dapat disebut sebagai awal dari perkembangan industri karet.

Pada waktu pendudukan jepang di Asia Tenggara dalam WWII, persediaan karet alam di negara sekutu menjadi kritis dan diperkirakan akan habis dalam waktu beberapa bulan. Pemerintah Amerika mendorong penelitian dan produksi untuk menghasilkan karet sintetik untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Usaha besar ini membuahkan hasil dalam waktu singkat dan terus berkembang sesudah WWII berakhir pada 1945. Dalam jangka waktu 3 tahun sesudah berakhirnya WWII, sepertiga karet yag dikonsumsioleh dunia adalah karet sintetik. Pada 1983, hampir 4 juta ton karet alam dikonsumsi oleh dunia, sebaliknya, karet sintetik yang digunakan sudah melebihi 8 juta ton dan terus bertambah hingga sekarang

Pada waktu pendudukan jepang di Asia Tenggara dalam WWII, persediaan karet alam di negara sekutu menjadi kritis dan diperkirakan akan habis dalam waktu beberapa bulan. Pemerintah Amerika mendorong penelitian dan produksi untuk menghasilkan karet sintetik untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Usaha besar ini membuahkan hasil dalam waktu singkat dan terus berkembang sesudah WWII berakhir pada 1945. Dalam jangka waktu 3 tahun sesudah berakhirnya WWII, sepertiga karet yag dikonsumsi oleh dunia adalah karet sintetik. Pada 1983, hampir 4 juta ton karet alam dikonsumsi oleh dunia, sebaliknya, karet sintetik yang digunakan sudah melebihi 8 juta ton dan terus bertambah hingga sekarang.

Rubber Airbag (Balon Peluncur Kapal) Kerjasama PT Samudera Luas Paramacitra dan BPPT Sabet Penghargaan Abyudaya

Penerapan inovasi teknologi memang tidak lepas dari pemanfaatannya dalam berbagai sektor industri, bahkan kini banyak yang dikomersilkan dan sukses dikembangkan. Indonesia pun memiliki banyak inovasi yang dihasilkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam kiprahnya selama 41 tahun menggaungkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Dalam perjalanannya, BPPT terus melakukan kajian, penelitian, penerapan hingga pengembangan inovasi untuk mendorong kemajuan bangsa serta mewujudkan masyarakat yang mandiri. Sukses bermitra dengan BPPT, perusahaan tersebut kali ini memperoleh Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 Kategori BUMS Abyudaya untuk Juara III. Penghargaan diberikan oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Muhammad Dimyati.

Dimyati mengatakan bahwa dalam penganugerahan ini, para peserta proses seleksi merupakan industri atau badan usaha yang telah melakukan kerja sama dengan lembaga penelitian dan pengembangan atau perguruan tinggi di Tanah Air. “Untuk inovasi yang dinilai dalam proses seleksi Anugerah Abyudaya ini merupakan kerja sama antara industri dan lembaga penelitian dan pengembangan dan atau perguruan tinggi,” ujar Dimyati, di Bali, Selasa (27/8) lalu.

Perlu diketahui, kategori Abyudaya diberikan kepada dunia usaha atau industri yang memang diketahui telah berprestasi dalam mengembangkan inovasi. Dalam penyeleksiannya, inovasi yang dinilai diutamakan yang terkait upaya perancangan dan pengembangan produk baru, serta upaya dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas produksi manufaktur.

Sebagai informasi, anugerah ini diberikan kepada badan usaha atau industri atas prestasi serta keberhasilan pelaksanaan inovasi hingga dapat menghasilkan nilai tambah, baik dalam bentuk komersil, ekonomi maupun sosial dan budaya.

Adapun industri yang menjadi nominator Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 Kategori Abyudaya meliputi PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT Pertamina, PT Pindad, PT Pupuk Kaltim, PT Kapsulindo Nusantara, PT Karya Daya Syafarmasi, PT Powertech Nano Industri, PT Rekaindo Global Jasa, PT Rekadaya Multi Adiprima, PT Samudera Luas Paramacitra, PT Tesena Inovindo, PT Xirea Silicon Technology serta PT Zenith Allmart Precisindo.

Penyerahan Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional kategori Abyudaya kepada tiga pemenang akan diserahkan pada Malam Apresiasi Anugerah Iptek dan Inovasi bersama dengan para pemenang anugerah lainnya yakni Prayoga Sala, Adibrata, Budhipuri, Budhipraja, Labdha Kretya dan Widya Kridha, pada 27 Agustus 2019 di Denpasar, Bali.

Source : https://www.republika.co.id/berita/px23m0423/implan-tulang-inovasi-bppt-sabet-penghargaan-abyudaya

PT SLP MENERIMA PENGHARGAAN ABYUDAYA BUMS DI HAKTEKNAS KE-24

DENPASAR – Malam Apresiasi Hakteknas ke-24 berlangsung meriah di Gedung Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Selasa (28/8). Acara tersebut menjadi ajang pemberian anugerah Iptek dan penghargaan bagi para aktor inovasi tahun 2019, untuk Pemerintah (Provinsi dan Kabupaten/Kota, Litbang/Perguruan Tinggi, Industri dan Masyarakat). Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan kemampuan Iptek, yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional dalam mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan terimakasih kepada ISI Denpasar, karena telah menjadi tuan rumah acara malam apresiasi Hakteknas ke-24. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menetapkan tiga besar Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 dari delapan kategori yaitu, Kategori BUDHI PURA, Kategori BUDHIPRAJA KABUPATEN, BUDHIPRAJA KOTA, Kategori WIDYAPADHI UNIVERSITAS/INSTITUT, Kategori WIDYAPADHI POLITEKNIK, Kategori PRAYOGA SALA, Kategori ABYUDAYA, dan 9 Finalis Badan Usaha Milik Swasta Kategori LABDHA KRETYA.

Dalam kesempatan itu, Menteri Nasir terus mendorong hadirnya hilirisasi dan komersialisasi hasil riset kepada dunia usaha. “Riset tidak cukup, Publikasi tidak cukup. Maka bagaimana riset, publikasi yang bisa menghasilkan prototipe, dan Inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menteri Nasir juga memberikan apresiasi kepada enam Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada dibawah koordinasi Kemenristekdikti, yang selalu mendorong kontribusi dalam inovasi bangsa. Sehingga pada tahun 2019 terdapat perubahan yang sangat signifikan dalam riset dan inovasi.

PT Samudera Luas Paramacitra pada malam Apresiasi ini menerima penghargaan sebagai terbaik ke-3 Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 ABYUDAYA BUMS setelah kurang lebih selama 2 tahun melakukan riset dengan BPPT untuk produk Rubber Airbag, PT Samudera Luas berhasil memproduksi juga mengkomersialisasikan produknya ke seantero Nusantara.

Dalam penerimaan penghargaan tersebut PT Samudera Luas Paramacitra menghadirkan langsung Direktur Utama Bapak Martinus GW Limansubroto.

Berikut ini, penghargaan PT yang menerapkan SPMI
Kategori Universitas :

Universitas Atmajaya
Universitas Kristen Veteran.
Kategori Politeknik
Politeknik Negeri Bandung
Politeknik Negeri Jakarta

Kategori Sekolah Tinggi :
Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Kategori Institut :
Institut Transportasi Logistik Trisakti.
Daftar penerima Anugerah Iptek dan Inovasi 2019:

Budhipura:
Peringkat I : Sulawesi Selatan
Peringkat II : Jawa Barat
Peringkat III : Jawa Tengah

Budhiparaja Kota
Peringkat I : Cimahi
Peringkat II : Tegal
Peringkat III : Tarakan

Budhipraja Kabupaten:
Peringkat I : Luwu Utara
Peringkat II : Wonogiri
Peringkat III : Kulonprogo

Widyapdhi Universitas/Institut – Subkategori Manajemen Inovasi:
Peringkat I : Universitas Hasanuddin
Peringkat II : Universitas Telkom
Peringkat III : Universitas Padjadjaran

Widyapadhi Universitas/Institut – Subkategori Produk Inovasi:
Peringkat I : Institut Teknologi Bandung
Peringkat II : Institut Pertanian Bogor
Peringkat III : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Widyapadhi Politeknik – Subkategori Manajemen Inovasi:
Peringkat I : Politeknik Negeri Semarang
Peringkat II : Politeknik TEDC
Peringkat III : Politeknik Caltex

Widyapadhi Politeknik – Subkategori Produk Inovasi:
Peringkat I : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Peringkat II : Politeknik Negeri Malang
Peringkat III : Politeknik Indonusa Surakarta

Prayoga Sala:
Peringkat I : Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan
Peringkat II : Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam Lembaha Ilmu Pengetahuan Indonnesia
Peringkat III : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Abudaya BUMN:
Peringkat I : PT Pertamina
Peringkat II : PT Pupuk Kaltim
Peringkat III : PT Pindad

Abudaya BUMS:
Peringkat I : PT Zenith Allmart Precisindo
Peringkat II : PT Xirca Silicon Technology
Peringkat III : PT SamuderaLuas Paramacitra

Labdha Kretya – Subkategori Kerekayasaan:
Peringkat I : Eko Handoko & Tim “Rekayasa Mesin Serut Bambu Multifungsi 3 in 1”
Peringkat II : Ihsan Hakim & Tim “Bending 3 Axis Man-Tech”
Peringkat III : Komunitas Lingkar Literasi Studi Tjokro “Mas Jawa T-Netra”

Labdha Kretya – Subkategori Pengembangan Sumber Daya Alam:
Peringkat I : I Made Sumasa “Pembenihan Kepiting Bakau Produk Makanan Berbasis Bakau, Kuliner dan Ekowisata Hutan Bakau”
Peringkat II : Yadi “Roti Goplek Inagiri”
Peringkat III : Muhammad Sobri “Bioreaktor Kapal Selam”

Source : https://ristekdikti.go.id/kabar/malam-apresiasi-hakteknas-24-menristekdikti-beri-penghargaan-bagi-aktor-iptek-dan-inovasi-tahun-2019/

INAMARINE 2019 (28 Agustus 2019 – 30 Agustus 2019)

Tempat: Jakarta International Expo (JIExpo)

The 9th Indonesia International Shipbuilding, Offshore, Marine Equipment, Machinery & Services Exhibition 2019 will be return on 28 – 30 August 2019 at Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta – Indonesia. It aims to accelerate the growth of the maritime industry that is being worked on by the government. It covers the shipbuilding industry, ship-owner, offshore, port and terminal facilities, maritime transport and logistics, safety and security in ports and shipping, and environment protection.

Gaining strong support from the government and several key trade associations, INAMARINE firmly establishes itself as the leading platform for both global and local to maritime and offshore industries.

INAMARINE Exhibition will be focused on some areas:

  • Cargo Handling System
  • Cargo Handling System
  • Dredging Equipment
  • Electronics / Electrical
  • Engineering
  • Freight Forwarder Equipment
  • Fuels & Lubricants
  • Marine Engine
  • Marine Equipment & Technology
  • Maritime Security Equipment & System
  • Maritime Service & Consulting
  • Marine Certification
  • Navigation & Communication Technology
  • Offshore Industry
  • Paints & Coatings
  • Port Technology
  • Propulsion Systems (Prime & Auxiliary)
  • Shipyard & Ship Building
  • Ship Repair & Conversion
  • Safety / Rescue & Survival / Security Equipment
  • Ship Operation Management
  • Ship Owners
  • Others Related to Marine Industry

A Brief Overview of the Visitor Profile:

  • Ship Repairs & Ship Builder
  • Shipping Company
  • Ship Owners & Operator
  • Shipbuilders & Designer
  • Naval Architect
  • Dredging Services Providers
  • Government Agencies
  • Trading & Supplier Company
  • LNG & Oil Professional
  • Maritime Organizations
  • Offshore Suppliers & Support
  • Oil & Gas Company
  • Port & Maritime Agent
  • Turnkey Contractor
  • Workboat Builders
  • Distributor & Agents
  • Importer & Wholesaler
  • Media & Consulting
  • Education
  • Operator

METODE PELAKSANAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN RUBBER FENDER

Sama-sama kita ketahui rubber fender berfungsi sebagai bumper karet penahan impact dari kapal yang berlabuh dan bersandar dipelabuhan atau dermaga. Disini kami akan mencoba menerangkan sedikit tentang Metode Pelaksanaan Pengadaan dan pemasangan Rubber Fender khususnya rubber fender milik kami SLP Fender.

Banyak tipe fender yang ada tetapi untuk metode pelaksanaan pengadaan dan pemasangan rubber fender secara garis besar adalah sama. Oleh karena metode ini dapat digunakan untuk setiap model dan tipe rubber fender.

1. Persiapan pekerjaan

  • Survey untuk melakukan pengukuran lokasi dan melihat kondisi lapangan
  • Membuat direksi kit dan schedule
  • Mengurus Perijinan

2. Penyediaan sarana alat bantu

  • Perakitan scaffolding dan sarana bongkar muat fender

3. Pekerjaan pergantian rubber fender

  • Lepas Fender Lama
  • Simpan Fender Lama
  • Proses Chipping
  • Pasang Anchor
  • Cor Planning
  • Proses Angkut
  • Proses Hasil Pemasangan/ Instalasi dan Pembersihan

Demikian sedikit penjelasan kami secara garis besar untuk metode pemasangan rubber fender, untuk lebih jelasnya dapat berkonsultasi ke kami lewat Bapak Agus Purnomo (+62 821-1966-1900)

TAHAPAN – TAHAPAN PROSES PEMBANGUNAN JEMBATAN

Dalam Proses Pembuatan tentunya ada beberapa tahapan-tahapan yang harus di lewati secara teknis dan non teknis. Adapun sama-sama kita ketahui bahwa jembatan memiliki fungsi yang sangat dominan dalam menyambung celah daratan yang terpisah oleh sungai, danau, jurang, lembah dan lain sejenisnya. Betapa banyak manfaat setelah jembatan terpasang atau dibangun untuk kepentingan masyarakat banyak. Oleh karena jembatan yang akan dibangun harus memenuhi standar untuk keselamatan. Berikut ini adalah proses-prosenya secara garis besar, yakni :

1. Pekerjaan struktur jembatan yang terdiri dari :

  • Penyediaan balok jembatan / girder jembatan.
  • Galian Struktur Abutment jembatan
  • Pembuatan pondasi jembatan (pondasi dalam misalnya menggunakan tiang pancang, bored pile, pondasi sumuran dll.)
  • Pembuatan abutmen jembatan
  • Pemasangan balok girder diatas abutment dan pilar dengan terlebih dahulu dipasang elastomeric bearing.
  • Dilanjutkan dengan pemasangan diafragma tepi dan diafragma tengah diantara balok-balok girder yang sudah terpasang.
  • Pemasangan plat deck yang berfungsi subagai begisting (bawah) lantai jembatan.
  • Pemasangan besi tulangan untuk lantai jembatan dan juga pemasangan pipa drainasi jembatan serta pemasangan pipa utilitas.
  • Pengecoran Lantai jembatan menggunakan beton ready mix.
  • Pembuatan plat injak jembatan, plat injak jembatan dibuat dengan terlebih dahulu dipasang lantai kerja dibawahnya.

2. Pekerjaan Oprit Jembatan terdiri antara lain

  • Pembuatan talud jalan menggunakan konstruksi beton bertulang atau pasangan batu kali
  • Pada talud jalan harus dipasang suling-suling untuk mengalirkan air.
  • Pemasangan kolom pengaman talud jalan
  • Penghamparan dan pemadatan timbunan pilihan / sirtu
  • Penghamparan dan pemadatan Lapis pondasi Agregat Klas B
  • Penghamparan dan pemadatan Lapis Pondasi Agregat Klas A.
  • Pekerjaan Aspal yang terdiri dari penyemprotan Lapis Pengikat Aspal cair (Prime Coat), dilanjutkan dengan penghamparan Laston Lapis Pondasi AC-Base, selanjutnya dipasang lapis diatasnya yang terdiri dari Laston Lapis Antara (AC – BC) dan Laston Lapis Aus (AC-WC).

3. Pekerjaan Drainasi Jalan

  • Drainase jalan dibuat menggunakan konstruksi beton bertulang atau pasangan batu kali dengan mortar.

4. Pekerjaan Pelengkap meliputi :

  • Pembuatan tembok sedada dengan pasangan batu yang diplester dan difinishing dengan melakukan pengecatan. Pemasangan batu temple dan marmer
  • Pembuatan Trotoar dengan pemasangan kastin / kerb, diisi timbunan sirtu dipadatkan, finishing dengan batu alam.
  • Pemasangan Lampu Hias sesuai spesifikasi.
  • Pekerjaan marka jalan.