Kunjungi Kami di Indonesia Maritim Expo (IME) 16 – 18 Oktober 2019 JiExpo, Kemayoran

Indonesia Maritime Expo Event pameran produk2 maritim ketiga sekaligus penutup dari rangkaian pameran bertema maritim di tahun 2019. Pameran yang diadakan oleh Reed Panorama Exhibitions, ajang tersebut diikuti oleh puluhan perusahaan perkapalan dan industry penunjang perkapalan yang akan menampilkan produk2 terbaik yang dihasilkan baik itu produk dalam negeri maupun luar negeri. Tak hanya itu, IME hadir sebagai wadah untuk memperkuat dan meningkatkan visibilitas perdagangan laut dan lintas laut di pasar Indonesia. Acara ini juga merupakan platform untuk memberikan wawasan dan peluang bagi penyedia dan manufaktur jasa maritim, pengiriman, pelabuhan, dan logistik. Oleh karenanya merupakan kesempatan bagi para pelaku bisnis maritim untuk dapat menambah referensi produk dan harga yang dibutuhkan.

Pameran akan dilaksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 16 – 18 oktober 2019 bertempat di JIExpo Kemayoran. Tak hanya pameran, nantinya akan ada konferensi “Indonesia Dedicated Maritime Industry Event” yang akan membahas soal peluang membuat bisnis baru serta peluang mendapatkan klien baru melalui jaringan bisnis acara IME.

PT Samudera Luas Paramacitra perusahaan karet fender terkemuka dan satu-satunya pabrikan pertama yang mampu memproduksi dan mengkomersialisasikan karet peluncur kapal atau rubber airbag atau juga disebut rubber launchingship, ikut berpartisipasi dalam IME (Indonesia Maritime Expo 2019) ini yang berlokasi di JIEXPO – Kemayoran Jakarta.

Anda telah kami undang ke booth kami di JIEXPO Kemayoran Hall D1, D-04, datang dan dapatkan penawaran terbaik dari produk-produk unggulan kami.

Sejarah Singkat Awal Perkembangan Karet

Berawal dari orang-orang di Amerika Utara bermain mainan seperti bola pada tahun 1476, seseorang yang tercatat sebagai penemu benua Amerika, Christoper Columbus heran karena bola itu memantul jika dijatuhkan ke tanah. Usut punya usut bola itu terbuat cari campuran rumput, akar dan kayu kemudian diberikan campuran lateks yang dipanaskan.

Singkat cerita hal itu berkembang ketika pada tahun 1731 para ilmuwan dari Perancis Fresnau melaporkan bahwa banyak tanaman yang dapat menghasilkan lateks atau karet, diantaranya dari jenis Havea brasilienss yang tumbuh di hutan Amazon di Brazil. Saat ini tanaman tersebut menjadi tanaman penghasil karet utama, dan sudah dibudidayakan di Asia Tenggara yang menjadi penghasil karet utama di dunia saat ini.

Seorang ahli kimia dari Iggris pada tahun 1770 melaporkan bahwa, karet digunakan untuk menghapus tulisan dari pensil. sejak 1775 karet mulai digunakan sebagai bahan penghapus tulisan pensil, dan jadilah karet itu di Inggris disebut dengan nama Rubber (dari kata to rub, yg artinya menghapus), sebelumnya remah roti biasa digunakan orang untuk menghapus tulisan pensil. Pada dasarnya, nama ilmiah yang diberikan untuk benda yang elastis (menyerupai karet) ialah elastomer, tetapi sebutan rubber-lah lebih populer di kalangan masyarakat awam.

Barang-barang karet yang diproduksi waktu itu selalu menjadi kaku di musim dingin dan lengket dimusim panas, sampai seorang yang bernama Charles Goodyear yang melakukan penelitian pada 1838 menemukan bahwa, dengan dicampurkannya belerang dan dipanaskan maka keret tersebut menjadi elastis dan tidak terpengaruh lagi oleh cuaca. Sebagian besar ilmuwan sepakat untuk menetapkan Charles Goodyear sebagai penemu proses vulkanisasi. Penemuan besar proses vulkanisasi ini akhirnya dapat disebut sebagai awal dari perkembangan industri karet.

Pada waktu pendudukan jepang di Asia Tenggara dalam WWII, persediaan karet alam di negara sekutu menjadi kritis dan diperkirakan akan habis dalam waktu beberapa bulan. Pemerintah Amerika mendorong penelitian dan produksi untuk menghasilkan karet sintetik untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Usaha besar ini membuahkan hasil dalam waktu singkat dan terus berkembang sesudah WWII berakhir pada 1945. Dalam jangka waktu 3 tahun sesudah berakhirnya WWII, sepertiga karet yag dikonsumsioleh dunia adalah karet sintetik. Pada 1983, hampir 4 juta ton karet alam dikonsumsi oleh dunia, sebaliknya, karet sintetik yang digunakan sudah melebihi 8 juta ton dan terus bertambah hingga sekarang

Pada waktu pendudukan jepang di Asia Tenggara dalam WWII, persediaan karet alam di negara sekutu menjadi kritis dan diperkirakan akan habis dalam waktu beberapa bulan. Pemerintah Amerika mendorong penelitian dan produksi untuk menghasilkan karet sintetik untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Usaha besar ini membuahkan hasil dalam waktu singkat dan terus berkembang sesudah WWII berakhir pada 1945. Dalam jangka waktu 3 tahun sesudah berakhirnya WWII, sepertiga karet yag dikonsumsi oleh dunia adalah karet sintetik. Pada 1983, hampir 4 juta ton karet alam dikonsumsi oleh dunia, sebaliknya, karet sintetik yang digunakan sudah melebihi 8 juta ton dan terus bertambah hingga sekarang.

Rubber Airbag (Balon Peluncur Kapal) Kerjasama PT Samudera Luas Paramacitra dan BPPT Sabet Penghargaan Abyudaya

Penerapan inovasi teknologi memang tidak lepas dari pemanfaatannya dalam berbagai sektor industri, bahkan kini banyak yang dikomersilkan dan sukses dikembangkan. Indonesia pun memiliki banyak inovasi yang dihasilkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam kiprahnya selama 41 tahun menggaungkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Dalam perjalanannya, BPPT terus melakukan kajian, penelitian, penerapan hingga pengembangan inovasi untuk mendorong kemajuan bangsa serta mewujudkan masyarakat yang mandiri. Sukses bermitra dengan BPPT, perusahaan tersebut kali ini memperoleh Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 Kategori BUMS Abyudaya untuk Juara III. Penghargaan diberikan oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Muhammad Dimyati.

Dimyati mengatakan bahwa dalam penganugerahan ini, para peserta proses seleksi merupakan industri atau badan usaha yang telah melakukan kerja sama dengan lembaga penelitian dan pengembangan atau perguruan tinggi di Tanah Air. “Untuk inovasi yang dinilai dalam proses seleksi Anugerah Abyudaya ini merupakan kerja sama antara industri dan lembaga penelitian dan pengembangan dan atau perguruan tinggi,” ujar Dimyati, di Bali, Selasa (27/8) lalu.

Perlu diketahui, kategori Abyudaya diberikan kepada dunia usaha atau industri yang memang diketahui telah berprestasi dalam mengembangkan inovasi. Dalam penyeleksiannya, inovasi yang dinilai diutamakan yang terkait upaya perancangan dan pengembangan produk baru, serta upaya dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas produksi manufaktur.

Sebagai informasi, anugerah ini diberikan kepada badan usaha atau industri atas prestasi serta keberhasilan pelaksanaan inovasi hingga dapat menghasilkan nilai tambah, baik dalam bentuk komersil, ekonomi maupun sosial dan budaya.

Adapun industri yang menjadi nominator Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 Kategori Abyudaya meliputi PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT Pertamina, PT Pindad, PT Pupuk Kaltim, PT Kapsulindo Nusantara, PT Karya Daya Syafarmasi, PT Powertech Nano Industri, PT Rekaindo Global Jasa, PT Rekadaya Multi Adiprima, PT Samudera Luas Paramacitra, PT Tesena Inovindo, PT Xirea Silicon Technology serta PT Zenith Allmart Precisindo.

Penyerahan Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional kategori Abyudaya kepada tiga pemenang akan diserahkan pada Malam Apresiasi Anugerah Iptek dan Inovasi bersama dengan para pemenang anugerah lainnya yakni Prayoga Sala, Adibrata, Budhipuri, Budhipraja, Labdha Kretya dan Widya Kridha, pada 27 Agustus 2019 di Denpasar, Bali.

Source : https://www.republika.co.id/berita/px23m0423/implan-tulang-inovasi-bppt-sabet-penghargaan-abyudaya

PT SLP MENERIMA PENGHARGAAN ABYUDAYA BUMS DI HAKTEKNAS KE-24

DENPASAR – Malam Apresiasi Hakteknas ke-24 berlangsung meriah di Gedung Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Selasa (28/8). Acara tersebut menjadi ajang pemberian anugerah Iptek dan penghargaan bagi para aktor inovasi tahun 2019, untuk Pemerintah (Provinsi dan Kabupaten/Kota, Litbang/Perguruan Tinggi, Industri dan Masyarakat). Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan kemampuan Iptek, yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional dalam mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan terimakasih kepada ISI Denpasar, karena telah menjadi tuan rumah acara malam apresiasi Hakteknas ke-24. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menetapkan tiga besar Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 dari delapan kategori yaitu, Kategori BUDHI PURA, Kategori BUDHIPRAJA KABUPATEN, BUDHIPRAJA KOTA, Kategori WIDYAPADHI UNIVERSITAS/INSTITUT, Kategori WIDYAPADHI POLITEKNIK, Kategori PRAYOGA SALA, Kategori ABYUDAYA, dan 9 Finalis Badan Usaha Milik Swasta Kategori LABDHA KRETYA.

Dalam kesempatan itu, Menteri Nasir terus mendorong hadirnya hilirisasi dan komersialisasi hasil riset kepada dunia usaha. “Riset tidak cukup, Publikasi tidak cukup. Maka bagaimana riset, publikasi yang bisa menghasilkan prototipe, dan Inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menteri Nasir juga memberikan apresiasi kepada enam Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada dibawah koordinasi Kemenristekdikti, yang selalu mendorong kontribusi dalam inovasi bangsa. Sehingga pada tahun 2019 terdapat perubahan yang sangat signifikan dalam riset dan inovasi.

PT Samudera Luas Paramacitra pada malam Apresiasi ini menerima penghargaan sebagai terbaik ke-3 Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 ABYUDAYA BUMS setelah kurang lebih selama 2 tahun melakukan riset dengan BPPT untuk produk Rubber Airbag, PT Samudera Luas berhasil memproduksi juga mengkomersialisasikan produknya ke seantero Nusantara.

Dalam penerimaan penghargaan tersebut PT Samudera Luas Paramacitra menghadirkan langsung Direktur Utama Bapak Martinus GW Limansubroto.

Berikut ini, penghargaan PT yang menerapkan SPMI
Kategori Universitas :

Universitas Atmajaya
Universitas Kristen Veteran.
Kategori Politeknik
Politeknik Negeri Bandung
Politeknik Negeri Jakarta

Kategori Sekolah Tinggi :
Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Kategori Institut :
Institut Transportasi Logistik Trisakti.
Daftar penerima Anugerah Iptek dan Inovasi 2019:

Budhipura:
Peringkat I : Sulawesi Selatan
Peringkat II : Jawa Barat
Peringkat III : Jawa Tengah

Budhiparaja Kota
Peringkat I : Cimahi
Peringkat II : Tegal
Peringkat III : Tarakan

Budhipraja Kabupaten:
Peringkat I : Luwu Utara
Peringkat II : Wonogiri
Peringkat III : Kulonprogo

Widyapdhi Universitas/Institut – Subkategori Manajemen Inovasi:
Peringkat I : Universitas Hasanuddin
Peringkat II : Universitas Telkom
Peringkat III : Universitas Padjadjaran

Widyapadhi Universitas/Institut – Subkategori Produk Inovasi:
Peringkat I : Institut Teknologi Bandung
Peringkat II : Institut Pertanian Bogor
Peringkat III : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Widyapadhi Politeknik – Subkategori Manajemen Inovasi:
Peringkat I : Politeknik Negeri Semarang
Peringkat II : Politeknik TEDC
Peringkat III : Politeknik Caltex

Widyapadhi Politeknik – Subkategori Produk Inovasi:
Peringkat I : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Peringkat II : Politeknik Negeri Malang
Peringkat III : Politeknik Indonusa Surakarta

Prayoga Sala:
Peringkat I : Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan
Peringkat II : Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam Lembaha Ilmu Pengetahuan Indonnesia
Peringkat III : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Abudaya BUMN:
Peringkat I : PT Pertamina
Peringkat II : PT Pupuk Kaltim
Peringkat III : PT Pindad

Abudaya BUMS:
Peringkat I : PT Zenith Allmart Precisindo
Peringkat II : PT Xirca Silicon Technology
Peringkat III : PT SamuderaLuas Paramacitra

Labdha Kretya – Subkategori Kerekayasaan:
Peringkat I : Eko Handoko & Tim “Rekayasa Mesin Serut Bambu Multifungsi 3 in 1”
Peringkat II : Ihsan Hakim & Tim “Bending 3 Axis Man-Tech”
Peringkat III : Komunitas Lingkar Literasi Studi Tjokro “Mas Jawa T-Netra”

Labdha Kretya – Subkategori Pengembangan Sumber Daya Alam:
Peringkat I : I Made Sumasa “Pembenihan Kepiting Bakau Produk Makanan Berbasis Bakau, Kuliner dan Ekowisata Hutan Bakau”
Peringkat II : Yadi “Roti Goplek Inagiri”
Peringkat III : Muhammad Sobri “Bioreaktor Kapal Selam”

Source : https://ristekdikti.go.id/kabar/malam-apresiasi-hakteknas-24-menristekdikti-beri-penghargaan-bagi-aktor-iptek-dan-inovasi-tahun-2019/

INAMARINE 2019 (28 Agustus 2019 – 30 Agustus 2019)

Tempat: Jakarta International Expo (JIExpo)

The 9th Indonesia International Shipbuilding, Offshore, Marine Equipment, Machinery & Services Exhibition 2019 will be return on 28 – 30 August 2019 at Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta – Indonesia. It aims to accelerate the growth of the maritime industry that is being worked on by the government. It covers the shipbuilding industry, ship-owner, offshore, port and terminal facilities, maritime transport and logistics, safety and security in ports and shipping, and environment protection.

Gaining strong support from the government and several key trade associations, INAMARINE firmly establishes itself as the leading platform for both global and local to maritime and offshore industries.

INAMARINE Exhibition will be focused on some areas:

  • Cargo Handling System
  • Cargo Handling System
  • Dredging Equipment
  • Electronics / Electrical
  • Engineering
  • Freight Forwarder Equipment
  • Fuels & Lubricants
  • Marine Engine
  • Marine Equipment & Technology
  • Maritime Security Equipment & System
  • Maritime Service & Consulting
  • Marine Certification
  • Navigation & Communication Technology
  • Offshore Industry
  • Paints & Coatings
  • Port Technology
  • Propulsion Systems (Prime & Auxiliary)
  • Shipyard & Ship Building
  • Ship Repair & Conversion
  • Safety / Rescue & Survival / Security Equipment
  • Ship Operation Management
  • Ship Owners
  • Others Related to Marine Industry

A Brief Overview of the Visitor Profile:

  • Ship Repairs & Ship Builder
  • Shipping Company
  • Ship Owners & Operator
  • Shipbuilders & Designer
  • Naval Architect
  • Dredging Services Providers
  • Government Agencies
  • Trading & Supplier Company
  • LNG & Oil Professional
  • Maritime Organizations
  • Offshore Suppliers & Support
  • Oil & Gas Company
  • Port & Maritime Agent
  • Turnkey Contractor
  • Workboat Builders
  • Distributor & Agents
  • Importer & Wholesaler
  • Media & Consulting
  • Education
  • Operator

METODE PELAKSANAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN RUBBER FENDER

Sama-sama kita ketahui rubber fender berfungsi sebagai bumper karet penahan impact dari kapal yang berlabuh dan bersandar dipelabuhan atau dermaga. Disini kami akan mencoba menerangkan sedikit tentang Metode Pelaksanaan Pengadaan dan pemasangan Rubber Fender khususnya rubber fender milik kami SLP Fender.

Banyak tipe fender yang ada tetapi untuk metode pelaksanaan pengadaan dan pemasangan rubber fender secara garis besar adalah sama. Oleh karena metode ini dapat digunakan untuk setiap model dan tipe rubber fender.

1. Persiapan pekerjaan

  • Survey untuk melakukan pengukuran lokasi dan melihat kondisi lapangan
  • Membuat direksi kit dan schedule
  • Mengurus Perijinan

2. Penyediaan sarana alat bantu

  • Perakitan scaffolding dan sarana bongkar muat fender

3. Pekerjaan pergantian rubber fender

  • Lepas Fender Lama
  • Simpan Fender Lama
  • Proses Chipping
  • Pasang Anchor
  • Cor Planning
  • Proses Angkut
  • Proses Hasil Pemasangan/ Instalasi dan Pembersihan

Demikian sedikit penjelasan kami secara garis besar untuk metode pemasangan rubber fender, untuk lebih jelasnya dapat berkonsultasi ke kami lewat Bapak Agus Purnomo (+62 821-1966-1900)

TAHAPAN – TAHAPAN PROSES PEMBANGUNAN JEMBATAN

Dalam Proses Pembuatan tentunya ada beberapa tahapan-tahapan yang harus di lewati secara teknis dan non teknis. Adapun sama-sama kita ketahui bahwa jembatan memiliki fungsi yang sangat dominan dalam menyambung celah daratan yang terpisah oleh sungai, danau, jurang, lembah dan lain sejenisnya. Betapa banyak manfaat setelah jembatan terpasang atau dibangun untuk kepentingan masyarakat banyak. Oleh karena jembatan yang akan dibangun harus memenuhi standar untuk keselamatan. Berikut ini adalah proses-prosenya secara garis besar, yakni :

1. Pekerjaan struktur jembatan yang terdiri dari :

  • Penyediaan balok jembatan / girder jembatan.
  • Galian Struktur Abutment jembatan
  • Pembuatan pondasi jembatan (pondasi dalam misalnya menggunakan tiang pancang, bored pile, pondasi sumuran dll.)
  • Pembuatan abutmen jembatan
  • Pemasangan balok girder diatas abutment dan pilar dengan terlebih dahulu dipasang elastomeric bearing.
  • Dilanjutkan dengan pemasangan diafragma tepi dan diafragma tengah diantara balok-balok girder yang sudah terpasang.
  • Pemasangan plat deck yang berfungsi subagai begisting (bawah) lantai jembatan.
  • Pemasangan besi tulangan untuk lantai jembatan dan juga pemasangan pipa drainasi jembatan serta pemasangan pipa utilitas.
  • Pengecoran Lantai jembatan menggunakan beton ready mix.
  • Pembuatan plat injak jembatan, plat injak jembatan dibuat dengan terlebih dahulu dipasang lantai kerja dibawahnya.

2. Pekerjaan Oprit Jembatan terdiri antara lain

  • Pembuatan talud jalan menggunakan konstruksi beton bertulang atau pasangan batu kali
  • Pada talud jalan harus dipasang suling-suling untuk mengalirkan air.
  • Pemasangan kolom pengaman talud jalan
  • Penghamparan dan pemadatan timbunan pilihan / sirtu
  • Penghamparan dan pemadatan Lapis pondasi Agregat Klas B
  • Penghamparan dan pemadatan Lapis Pondasi Agregat Klas A.
  • Pekerjaan Aspal yang terdiri dari penyemprotan Lapis Pengikat Aspal cair (Prime Coat), dilanjutkan dengan penghamparan Laston Lapis Pondasi AC-Base, selanjutnya dipasang lapis diatasnya yang terdiri dari Laston Lapis Antara (AC – BC) dan Laston Lapis Aus (AC-WC).

3. Pekerjaan Drainasi Jalan

  • Drainase jalan dibuat menggunakan konstruksi beton bertulang atau pasangan batu kali dengan mortar.

4. Pekerjaan Pelengkap meliputi :

  • Pembuatan tembok sedada dengan pasangan batu yang diplester dan difinishing dengan melakukan pengecatan. Pemasangan batu temple dan marmer
  • Pembuatan Trotoar dengan pemasangan kastin / kerb, diisi timbunan sirtu dipadatkan, finishing dengan batu alam.
  • Pemasangan Lampu Hias sesuai spesifikasi.
  • Pekerjaan marka jalan.

SISTEM DILATASI BANGUNAN

Dilatasi pada bangunan merupakan sebuah sambungan atau garis pada sebuah bangunan yang karena sesuatu akibat memiliki sistem struktur yang berbeda dengan maksud menghindari keretakan pada bangunan yang ditimbulkan oleh impact vertikal atau juga horisontal. Misalnya efek gempa bumi, tanah yang labil, pergeseran tanah dan lain sebagainya.

Dalam dilatasi terdapat beberapa model yakni Misalkan ada bangunan yang mempunyai tingkat tekanan yang berbeda. Maka bangunan yang mendapat tekanan yang rendah akan berbeda strukturnya dengan bangunan yang mempunyai tekanan yang lebih tinggi. Walaupun dalam satu gedung, misalkan yang bertingkat, maka tingkatan lebih rendah memiliki struktur yang lebih kuat.

Misalkan ada struktur tanah yang lemah dan yang kuat dalam satu rencana bangunan, maka pondasi akan dubuat dengan sesuai dengan struktur tanah tersebut.

  • Dilatasi bangunan biasanya diterapkan pada :
  • Bangunan yang mempunyai tinggi berbeda – beda. ( pertemuan antara bangunan yang rendah dengan yang tinggi ).
  • Pemisah bangunan induk dengan bangunan sayap.
  • Bangunan yang memiliki kelemahan geometris.
  • Bangunan yang memiliki panjang >30m.
  • Bangunan yang berdiri diatas tanah yang kurang rata.
  • Bangunan yang ada didaerah gempa.
  • Bangunan yang mempunyai bentuk denah bangunan L, T, Z, O, H, dan U

Macam – macam dilatasi :
1. Dilatasi dengan 2 kolom

  • Dilatasi dengan 2 kolom biasanya digunakan untuk bangunan yang bentuknya memanjang ( linier ). Dengan adanya dilatasi maka jarak kolom akan menjadi pendek.

2. Dilatasi dengan balok kantilever

  • Dilatasi juga bisa dilakukan dengan struktur balok kantilever.
  • Bentang balok kantilever maksimal 1/3 dari bentang balok induk.
  • Pada lokasi dilatasi bentang kolom dirubah ( diperkecil ) menjadi 2/3 bentang kolom yang lain.

3.Dilatasi dengan balok gerber

  • Sistem ini dipergunakan apabila diinginkan jarak kolom tetap sama.
  • Sistem ini memiliki kelemahan apabila ada beban horizontal yang cukup besar ( akibat gempa bumi ) akan berakibat fatal ( lepas dan jatuh )…

4. Dilatasi dengan konsol

  • Dengan system ini jarak kolom dapat dipertahankan sama
  • Umumnya dipergunakan pada bangunan yang menggunakan material prefabrikasi.

Dalam penerapan system dilatasi perlu diperhatikan jaraknya. Jarak dilatasi harus benar – benar diperhitungkan. Dilatasi yang terlalu sempit apabila terkena pergeseran akibat gaya vertical maupun horizontal akan timbul banyak masalah, mulai dari dilatasi itu sendiri yang rusak, kebocoran yang sulit diperbaiki, sampai kerusakan – kerusakan di bagian lain akibat saling bertabrakannya blok bangunan satu dengan yang lainnya.


Gambar sketsa bangunan diatas merupakan salah satu contoh bangunan yang harus memakai system dilatasi. Bangunan tersebut berada di daerah sekitar danau yang memiliki kondisi tanah kurang baik. Memilki kemungkinan yang besar tanah itu mengalami pergerakan.
Selain itu bangunan disekitar danau tersebut termasuk bangunan tinggi, yang memiliki tinggi bangunan yang berbeda – beda.
Untuk menahan gaya vertical dan gaya horizontal yang timbul perlu dibuat system dilatasi

Sistem dilatasi digunakan pada pertemuan antar bangunan yang memiliki tinggi yang berbeda. Hal ini dikarenakan beban gaya yang diterima bangunan berbeda – beda antara bangunan yang tinggi dengan bangunan yang lebih rendah.
Bangunan di atas bisa menggunakan system dilatasi kolom, kantilever, gerber, maupun konsol.
Tetapi biasanya system dilatasi yang sering digunakan adalah system dilatasi kolom. Sistem ini digunakan untuk bangunan – bangunan yang panjang. Sistem ini juga mempunyai kelebihan yaitu mampu menahan gaya horizontal yang timbul ( gempa bumi ).
Selain itu juga relative aman, dan apabila ada kerusakan – kerusakan tidak terlalu vatal.

Source http://muchlisryanbekti.blogspot.com/2012/04/sistem-dilatasi-bangunan.html

FUNGSI OIL & GAS RUBBER PARTS

Oil & gas rubber parts digunakan oleh industri-industri yang berhubungan dengan minyak dan gas. Produk yang termasuk di dalamnya misalanya karet untuk seal dan karet expansion joint. Selain itu, dengan fleksibilitas yang tinggi, aksesoris ini memiliki kemapuan untuk mengembang. Misalnya saja karet karet expansion joint yang berfungsi sebagai penyambung pipa, karet ini dapat bergerak secara fleksibel sehingga menghindari keretakan pipa terjadi. Aksesoris yang berfungsi sebagai karet seal emiliki kemampuan untuk membuat area kedap udara atau vakum. Selain itu, karet seal dan expansion joint ini membuat permukaan menjadi tidak licin sehingga dapat menghubungkan berbagai komponen dan menjaganya agar tidak bergerak dan lepas.

Oil & gas rubber parts didesain secara khusus untuk menahan tekanan dan suhu tinggi dan paparan bahan kimia. Produk ini diproduksi dengan daya tahan yang tinggi dan perawatan minimal karena downtime untuk perbaikan dan penggantian membutuhkan biaya ekstra dan menyebabkan berkurangnya produktivitas.

PT Samudera Luas Paramacitra memproduksi oil & gas rubber parts dengan berbagai ukuran dan bentuk untuk memenuhi kebutuhan industri migas yang beragam. Produk oil & gas rubber parts kami mencakup expansion joint, butterfly valve, rubber lining, dan rubber piston. Untuk informasi lebih lanjut, hubungu mrketing kami di 0231-510765/510769.

GANTIKAN PRODUK IMPOR, BPPT & SLP HADIRKAN PELUNCUR KAPAL BERBAHAN KARET LOKAL

Senin, 07 April 2019

Pemerintah makin intensif mendorong peningkatan pemanfaatan karet alam untuk kebutuhan di dalam negeri. Hal ini juga ditunjukkan dengan upaya pengembangan industri pengolahan karet alam, guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan PT. Samudera Luas Paramacitra, berhasil melakukan rekayasa teknologi material, dengan menghadirkan inovasi produk rubber airbag, yang memanfaatkan komoditi karet alam lokal

“Inovasi rubber airbag ini atau bantalan peluncur kapal ini digunakan pada industri perkapalan untuk membantu proses menaikan dan menurunkan kapal di galangan, baik dalam pembangunan kapal baru maupun reparasi kapal bekas,” paparnya dalam acara pengiriman Produk Komersial Perdana Rubber Air Bag Produksi Industri Dalam Negeri, Senin, (08/04/2019).

Kepala BPPT kemudian memaparkan bahwa berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Maret 2013) Indonesia memiliki kurang lebih 12.047 kapal, yang pada saatnya harus direparasi pada 240 galangan kapal yang tersebar di seluruh Indonesia. Melihat potensi yang ada tentunya sangat dibutuhkan produk rubber air bag, untuk membantu proses reparasi dan pembuatan kapal baru.

“Penggunaan produk rubber air bag menjadi pilihan banyak galangan, karena biaya investasinya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan pembangunan galangan konvensional. Selain untuk proses reparasi, bantalan peluncur kapal ini juga dibutuhkan dalam proses pembangunan kapal baru, khususnya guna mendukung program poros maritim dan tol laut, yang dicanangkan sebelumnya,” ujarnya.

Diungkap Hammam, rubber airbag untuk peluncur kapal selama ini masih sepenuhnya diimpor. Padahal kita ketahui bahwa Indonesia merupakan produsen karet alam terbesar nomor 2 di dunia, yaitu sebesar 3,6 juta ton. Namun yang digunakan dan diolah menjadi barang karet seperti ban mobil/truk/bis, belt conveyer, benang karet, dock fender dan lain-lain hanya sekitar 660.000 ton, yakni hanya sekitar 15 % dari produksi domestik.

“Hadirnya inovasi rubber air bag hasil pengembangan BPPT dan industri lokal ini jelas menjadi subtitusi produk impor, serta meninggikan nilai TKDN. Harganya pun lebih murah dari produk impor sejenis. Selain itu, apabila industri Rubber Air Bag berdiri di Indonesia, dan seluruh kebutuhannya sebanyak 1500 unit per tahun dapat dipenuhi, maka dapat menyerap karet alam dalam negeri sebanyak 600.000 ton per tahun,” rincinya.

Inovasi rubber airbag inipun ditekankan Kepala BPPT, dapat menjadi awal bagi kebangkitan industri karet dalam negeri. Khususnya dalam mendukung bidang industri perkapalan dan kemaritiman, dengan pemanfaatan bahan baku lokal, karena selama ini masih sepenuhnya impor. Untuk itu katanya, inilah momentum supaya inovasi rubber airbag dapat digunakan untuk kebutuhan nasional, yang juga memiliki nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang sangat tinggi, mencapai 80 persen.

Selain itu Hammam juga berharap adanya dukungan kebijakan dari pemangku kepentingan terkait untuk bisa membuka pintu ekspor, sehingga produk Rubber Air Bag karya anak bangsa ini bukan hanya dikonsumsi oleh industri dalam negeri tapi juga dapat digunakan di manca negara.

“Inovasi seperti ini perlu terus didorong, serta didukung oleh kebijakan strategis, guna meningkatkan kemandirian dan daya saing industri nasional, juga dapat di ekspor ke manca negara. Ini adalah salah satu bukti Iptek sebagai penghela pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.

Sebagai informasi, BPPT dalam hal pemanfaatan karet alam lokal juga telah meluncurkan produk inovasi retread (vulkanisir) ban pesawat yang saat ini sedang dalam tahapan sertifikasi. Sama halnya dengan rubber air bag, inovasi retread ban pesawat inipun telah siap dihilirisasi sampai dengan tahap komersialisasi.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT SLP Martinus Limansubroto menyatakan bahwa pengembangan produk komersial rubber air bag ini merupakan yang perdana di indonesia.

Apa yg sudah dilakukan dengan BPPT ini akan tetap kami lakukan kedepan pengembangannya.

“Kita dari awal dibantu 100 persen oleh BPPT mulai dari penelitian, perhitungan, hingga tercapai standarisasi. Ini akan memberi sumbangsih yang sangat baik bagi industri perkapalan nasional,” urainya.

Lebih lanjut Direktur Industri Kimia Kementerian Perindustrian Taufik Bawazier mengapresiasi inovasi rubber air bag, karena ini bukti nyata hilirisasi produk industri karet yang berhasil dilakukan.

Jadi dengan inovasi BPPT dan industri ini dapat meningkatkan juga produk rubber airbag yg selama ini masih diimpor senilai 10 juta usd. Ini merupakan satu terobosan yang luar biasa.

“Ini adalah kisah sukses yang patut menjadi contoh, karena merupakan riset yang menjadi kebutuhan industri. Kami harap dapat ditingkatkan volume produksi nya, juga produk ini dapat diekspor, untuk lebih meningkatkan daya saing produk, serta industri yang dalam hal ini industri karet nasional,” terangnya.

Direktur Inovasi Kemenristekdikti, Santosa lantas menyebut pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung penerapan inovasi rubber air bag ini.

“Kami berharap ini menjadi percontohan secara nasional untuk diterapkan lebih lanjut. Khususnya terkait hilirisasi produk karet alam oleh industri dalam negeri,” pungkasnya. (Humas/HMP)

Source : https://www.bppt.go.id/layanan-informasi-publik/3543-gantikan-produk-impor-bppt-hadirkan-peluncur-kapal-berbahan-karet-lokal