Mengenal Karet Sebagai Bahan Baku Produk

Sudah bisa dipastikan, Anda mengenal karet. Karet telah digunakan selama ribuan tahun oleh manusia, diproduksi dalam berbagai variasi dengan karakteristik berbeda sesuai dengan kebutuhan. Karet telah menjadi bahan baku penting berbagai produk dari ban pesawat terbang, komponen perangkat militer, komponen mobil, bantalan jembatan, sarung tangan bedah, hingga penghapus dan karet gelang. Tetapi bagi Anda yang bekerja dengan produk menggunakan bahan baku karet perlu memahami lebih mendalam lagi mengenai karet. Karet memiliki banyak jenis yang masing-masing memiliki karakteristik dan hanya cocok untuk produk tertentu.

Sifat Karet

Tetapi, apa sebenarnya karet itu? Karet merupakan bahan elastis yang dihasilkan secara alami (disebut karet alam) atau secara sintetis melalui berbagai proses kimia (disebut karet sintetis atau karet buatan). Sesuai dengan jenisnya, karet memiliki sifat sendiri-sendiri.  Meskipun demikian, semua jenis karet memiliki sifat umum yang sama seperti elastis, tidak memuai saat dipanaskan, dan memiliki daya keausan yang tinggi.

Elastisitas.  Karet dengan mudah kembali ke bentuk normal setelah diregangkan (ditarik) atau dikompresi (ditekan). Karet dapat mulur dan mengkeret secara cepat.

Berkontraksi saat dipanaskan. Ketika terkena panas, hampir semua benda akan memuai, tetapi karet tidak, justru berkontraksi. Ketika terkena panas,  molekul karet yang sudah kusut menjadi lebih kusut dan terpelintir. Saat panas dihilangkan, molekul kembali ke keadaan istirahat dan karet mendapatkan kembali bentuk aslinya.

Berdaya tahan tinggi. Sebagian besar karet memiliki daya tahan tinggi terhadap sobekan, benturan, suhu rendah, dan air. Karet juga tidak mudah panas.  

Jenis Karet

Secara umum, karet dibagi menjadi dua jenis yaitu karet alam dan karet sintentis (karet buatan). Tetapi, di bawah kategori karet sintesis banyak ragamnya. Masing-masing jenis karet hanya cocok untuk bahan baku produk tertentu dengan perlakuan tertentu.

Karet alam

Karet alam berasal getah pohon karet (Hevea brasiliensis ) yang diolah menjadi lateks. Beberapa karakteristik utama karet alami adalah:

  • Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna.
  • Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah.
  • Mempunyai daya aus yang tinggi.
  • Tidak mudah panas.
  • Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan
  • Dapat dibentuk dengan panas yang rendah.
  • Memiliki daya lengket yang tinggi terhadap berbagai bahan.

Produk yang dibuat dari karet alam juga tahan terhadap sobekan, abrasi, gesekan, suhu ekstrim, dan gelombang air. Karet alam umumnya digunakan sebagai bahan pembuat marine fender, bearing pad, perekat, lantai dan atap, sarung tangan, insulasi, dan ban.

Karet Neoprene

Karet neoprene juga disebut chloroprene adalah salah satu jenis karet sintetis tertua. Dibandingkan dengan karet alam dan karet sintetis lainnya, neoprene memiliki daya tahan tinggi terhadap pembakaran, korosi, dan degradasi. Kualitas ini menjadikan karet neoprene sebagai bahan dasar yang sempurna untuk perekat dan pelapis tahan korosi. Kemampuannya untuk mempertahankan sifat mekanik yang baik pada rentang suhu yang luas, juga cocok untuk digunakan dalam gasket bertekanan tinggi, belt,  serta seal jendela dan pintu.

Karet Silikon

Karet silikon juga disebut sebagai  polysiloxanedikenal karena kelenturan, biokompatibilitas (mudah menyesuaikan dengan bentuk anggota tubuh manusia), dan ketahanannya terhadap suhu ekstrem, api, ozon, dan radiasi ultraviolet. Karet silikon tersedia dalam bentuk padat dan cair dalam berbagai warna. Sifatnya yang mudah menempel membuatnya ideal untuk produk yang menuntut biokompatibilitas seperti sarung tangan, masker pernapasan, implan, dan produk medis lainnya. Selain itu karet silikin juga sangat baik untuk produk yang tahan terhadap bahan kimia seperti item perawatan bayi, aplikator kosmetik, dan wadah serta instrumen makanan.

Karet Nitrile

Karet Nitrile juga dikenal sebagai karet Buna-N atau  nitrile butadiene rubber  (NBR) menunjukkan beberapa sifat mekanik dan kimia berupa ketahanan terhadap tekanan, panas, minyak dan gas, dan keausan. Sifat-sifat ini membuatnya cocok untuk produk gasket dan seal otomotif, cincin-O, dan selang mesin. Jenis karet ini juga digunakan untuk produk medis (misalnya, sarung tangan bedah) karena tidak memiliki protein alergi dari karet berbasis lateks.

Karet EPDM

Karet ethylene propylene diene monomer (EPDM) adalah karet sintetis yang menunjukkan daya tahan yang sangat baik, tahan terhadap kerusakan dan degradasi dari suhu dan kondisi cuaca ekstrem. Kualitas ini membuatnya cocok untuk digunakan di bagian dan produk luar ruangan, seperti pelapis atap, selang, dan seal. Sifatnya yang dapat meredam kebisingan juga membuat karet ini unggul digunakan sebagai komponen dalam sistem mobil.

Karet Styrene-Butadiene (SBR)

Karet stirena-butadiena (SBR) adalah memiliki ketahanan terhadap abrasi, alkohol, tekanan, dan air yang membuatnya ideal untuk digunakan dalam segel yang terintegrasi ke dalam sistem rem hidrolik.  SBR umumnya digunakan untuk bantalan, fender, gasket, dan sol sepatu.

Karet Butyl

Karet butyl juga dikenal sebagai isobutilena isoprena menawarkan keunggulan tingkat kekedapan gas yang tinggi. Kualitas ini, dikombinasikan dengan fleksibilitas bahan yang sangat baik, membuatnya cocok untuk pembuatan komponen kedap udara, seperti ban dalam, bola olahraga, dan seal. Sebagai senyawa cair, butyl juga sering digunakan sebagai aditif pada solar dan bahan bakar minyak bumi.

Karet Fluorosilicone 

Karet fluorosilicone juga disebut FVMQ sangat tahan terhadap suhu ekstrem (-730C hingga 1770 C), cairan transmisi, minyak bumi dan bahan bakar, pelumas sintetis, api, dan ozon. Sifat-sifat ini menjadikan karet fluorosilicone  sebagai bahan komponen yang ideal untuk sistem bahan bakar pesawat terbang dan aplikasi industri khusus lainnya.

Gambaran umum mengenai berbagai jenis karet dan sifat-sifatnya diharapkan dapat membantu Anda menentukan bahan mana yang paling cocok untuk aplikasi produk yang akan Anda gunakan. Apabila Anda membutuhkan informasi mengenai berbagai produk berbahan baku karet silakan menghubungi tim Samudera Luas Paramacitra di  hotline (+62) 823 2018 9998 atau email ke admin@niri-rubber.com.

Rubber Gasket

Pernahkah Anda berpikir mengapa benda cair atau gas yang mengalir melewati sambungan pipa tidak bocor? Padahal tekanan aliran di dalamnya bisa sangat kuat.  Bagaimana sambungan itu bisa sangat rapat padahal pipa dibuat dari benda padat yang kaku? Jawabanya terletak pada sebuah benda yang Bernama gasket.

Gasket adalah komponen elastis yang digunakan untuk menutup celah sangat kecil (mikroskopis) antara dua permukaan berpasangan atau sambungan. Gasket berfungsi sebagai penyegel (seal) untuk mencegah rembesan atau kebocoran. Tetapi perlu dipahami bahwa gasket tidak hanya penting dalam sambungan pipa. Gasket juga sangat bermanfaat untuk pemasangan silinder pada blok mesin otomotif. Bahkan pada celah pintu mobil juga perlu diberi gasket untuk mencegah masuknya air dan udara dari luar.

Jenis Material Gasket

Dari segi materialnya, gasket memiliki beragam jenis tergantung tujuan penggunannya. Secara garis besar kita bisa mengelompokan gasket metal dan nonmetal. Mari kita lihat aneka jenis tersebut.

  • Rubber Gasket.Rubber gasket terbuat dari bahan karet, baik karet alami maupun sintetis. Gasket jenis ini terutama unggul pada elastisitasnya sehingga sangat cocok untuk sambungan pipa dan rangkaian mesin.
  • Viton Gasket. Viton Gasket unggul terutama untuk penggunaan pada bagian yang bersentuhan langsung dengan beberapa zat kimia yang bersifat asam, minyak, dan cairan kental berkonsentrasi tinggi.
  • Graphite Gasket. Gasket jenis ini memiliki keunggulan utama, berupa ketahanan terhadap temperatur tinggi. Jenis graphite juga tahan terhadap berbagai jenis cairan kimia asam dan basa yang berkonsentrasi tinggi.
  • PTFE Material. Gasket PTFE atau juga dikenal dengan nama teflon gasket. Teflon gasket memiliki ketahanan yang baik terhadap berbagai bahan kimia seperti hidrogen peroksida.
  • Gasket EPDM Material.  Gasket berbahan EPDM ini memiliki ketahanan yang baik terhadap ozon, sinar UV, minyak dan berbagai jenis bahan kimia

Keunggulan Ruber Gasket

Gasket karet, dibandingkan dengan gasket logam dan non-logam lainnya, menawarkan beberapa manfaat karena rangkaian sifatnya yang unik.

1. Memiliki elastisitas tinggi

Karet, alami maupun  sintetis, termasuk dalam keluarga bahan yang disebut elastomer yang memiliki tingkat elastisitas sangat tinggi. Karena sifat ini, gasket karet mudah menyesuaikan diri dengan profil permukaan sehingga menghasilkan segel yang rapat. Pemasangan alat ini dapat mencegah kebocoran cairan yang memiliki beragam tekanan dalam suatu konstruksi. Kemampuan penyegelan karet (seal) tersebut karena sifat elastomernya..

2. Mudah dibentuk

Gasket karet diproduksi dengan menggabungkan karet mentah dan bahan tambahan dan membentuknya menjadi profil yang diinginkan. Seperti polimer lainnya, karet memiliki sifat ‘mampu bentuk’ dengan sangat baik. Dalam keadaan cair atau tidak diawetkan, apakah itu jenis termoset atau termoplastik, karet mengalir dengan mudah ke dalam cetakan. Setelah mengeras atau diawetkan, material dapat dengan mudah dipotong atau dikerjakan dengan dimensi yang hampir sempurna. Berbeda dengan jenis gasket logam dan non-logam lainnya, produksi gasket karet membutuhkan panas dan tekanan yang rendah.

3. Sifat penyegelan yang sangat baik

Karena struktur mikronya yang unik, karet dapat diregangkan atau dikompresi tanpa menimbulkan kerusakan atau degradasi sifat-sifatnya. Hal ini memungkinkan gasket karet membentuk segel yang efektif karena dapat dengan mudah berubah bentuk sesuai dengan permukaan bagian yang disegel. Gasket karet membentuk segel yang lebih efektif daripada beberapa gasket logam, yang mengandalkan permukaan beralur, bergerigi, atau bergelombang yang menciptakan efek labirin.

4.  Tahan terhadap ‘serangan’ kimia dan degradasi

Gasket karet, bila digunakan sesuai spesifikasinya, merupakan bahan yang sangat stabil. Mereka dapat menahan semua jenis serangan kimia dan lingkungan,  seperti asam, alkali, oksigen, ozon, air, panas, dan sinar UV. Tentu saja, ini semua tergantung pada jenis karet dan zat aditifnya. Gasket yang terbuat dari karet juga memiliki sifat tahan korosi yang sangat baik.

5. Dapat dibentuk menjadi profil khusus

Gasket karet, tidak seperti jenis logam, pada awalnya dapat diproduksi dalam bentuk lembaran. Lembaran ini dipasok ke perakit dan pengguna akhir untuk membuat gasket khusus untuk menyegel sambungan dan permukaan mekanis berbentuk unik. Perakit dapat membuat gasket khusus dengan proses pemesinan yang tersedia seperti pemotongan tangan, pemotongan cetakan, atau pemotongan laser. Pemotongan laser merupakan metode pabrikasi gasket paling presisi.

Aplikasi Industri Gasket Karet

Gasket karet digunakan di setiap industri. Rubber gasket  paling cocok untuk aplikasi umum yang melibatkan tekanan dan suhu rendah hingga sedang. Jenis gasket ini sangat unggul pada aplikasi yang melibatkan bahan kimia, air, dan hidrokarbon. Di bawah ini adalah beberapa aplikasi dari gasket karet.

1. Pipa air

Gasket karet menjadi bahan penyegelan paling populer untuk pipa saluran air. Penyebabnya karena gasket karet tahan terhadap korosi dan degradasi dari air, klorida, dan faktor biologis lainnya. Wajar jika pipa ledeng selalu menggunakan gasket karet.

2. Otomotif

Ada dua jenis gasket karet yang digunakan pada kendaraan otomotif. Pertama adalah yang digunakan dalam penyegelan tekanan rendah dan komponen pasif seperti pintu dan jendela. Di sini gasket karet dirancang untuk menyerap guncangan dan menutup interior dari masuknya air dan udara. Selain itu, gasket karet tahan minyak dan pelarut juga digunakan dalam saluran suplai bahan bakar dan saluran hidrolik.

Tipe kedua adalah yang digunakan pada bagian mesin dan transmisi. Tetapi dalam bagian mesin, biasanya menggunakan gasket dari serat mineral atau tulangan baja yang diresapi dalam matriks karet.

3. Dirgantara

Aplikasi kedirgantaraan gasket karet termasuk penyegelan pasokan bahan bakar, hidrolik, propelan, dan sistem oksidator. Sifat mekanik, kimia, dan termal mereka dirancang untuk memungkinkan mereka beroperasi di lingkungan yang lebih keras karena mereka harus terkena tekanan dan suhu operasi yang lebih tinggi.

4. Maritim

Gasket karet digunakan dalam peralatan kelautan dan kapal untuk menyegel palka, pintu, dan jendela. Industri maritim menggunakan gasket karet karena materialnya yang memiliki kemampuan sangat baik yang untuk menyerap guncangan dan benturan. Karet juga tahan terhadap korosi dari lingkungan dengan jumlah klorida yang tinggi. Karet juga merupakan bahan yang paling cocok untuk menyegel penutup, nozel, lubang, dan wadah padat untuk benda cair atau curah.

SLP Rubber Gasket

Apabila Anda membutuhkan rubber gasket  sebaiknya menghubungi Samudera Luas Paramacitra (SLP). Ada beberapa alasan untuk itu. Pertama, SLP meripakan produsen produk karet ternama yang telah pilihan tahun melayani industri agraria, matritim, infrastuktur, transportasi dan otomotif. Kedua, produk SLP  Rubber Gasket bermutu tinggi, terbukti dari penggunaan pada proyek-proyek terkemuka. Salah satunya digunakan pada pipa beton berdiameter 4 meter pada sodetan sungai Ciliwung menuju Banjir Kanal Timur, Jakarta. Ketiga, SLP Rubber Gasket, merupakan produk dalam negeri dengan TKDN tinggi. Sebagai produsen lokal, Samudera Luas Paramacitra, lebih mudah diajak berkonsultasi untuk menyediakan produk sesuai kebutuhan Anda.

Untuk pemesanan dan konsultasi mengenai SLP Rubber Gasket silahkan hubungi 0823 2018 9998

Kalender Digital 2022 PT Samudera Luas Paramacitra

Pneumatic Fender Untuk Pelindung Dermaga Berpasang Surut Extreem Maupun Operasi Lepas Pantai

Ada banyak ragam fender untuk melindungi dermaga dan kapal ukuran menengah saat bersandar. Salah satunya adalah pneumatic fender. Dibanding jenis fender lain, pneumatic fender tergolong unik baik dari model maupun penggunannya. Pneumatic fender berbentuk balon lonjong yang diisi angin sehingga disebut juga inflatable fender. Pada bagian luar fender ini diikatkan beberapa ban karet secara merata.

Umumnya kulit fender ini terdiri dari tiga lapisan (ply). Lapisan paling luar dibuat dari karet alam. Laporsan kedua berupa jalinan benang nilon. Sedangkan lapisan ketiga, laipsan paling dalam, dibuat dari karet alam.

Berebeda dengan tipe fender lain yang dipasang secara permanen di dermaga, inflatable fender dapat bersifat semi permanen. Fender dipasang dengan diikat menggunakan tali di dermaga, mengapung mengikuti naik turunnya permukaan air. Setelah selesai penggunaan, pneumatic fender dapat dilepas, dikempeskan dan disimpan. Selain itu, dapat digunakan untuk meredam benturan pada operasi kapal ke kapal di lepas pantai. Aplikasi penumeatic fender  sangat cocok untuk:

  • Dermaga di pelabuhan dengan pasang surut ekstrim
  • Operasi kapal ke kapal
  • Operasi bongkar muat-minyak dan gas (terutama Floating Storage And Regasification Unit)
  • Kapal yang berlabuh sementara

Beberapa keunggulan dari pneumatic fender, di antaranya adalah:

  • Penyerapan energi tinggi, gaya reaksi dan tekanan permukaan rendah;
  • Tidak ada penurunan penyerapan energi di bawah semua jenis pembebanan di area kontak apa pun;
  • Gaya reaksi rendah mencegah lambung, dermaga, rantai jangkar dari kerusakan yang disebabkan oleh benturan berulang;
  • Aplikasi mudah, cukup diikat di dermaga atau kapal pada operasi lepas pantai;
  • Mengapung, sehingga cocok untuk daerah dengan pasang tinggi dan surut ekstrim.

PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) sangat berpengalaman memproduksi berbagai jenis fender, termasuk beragam pneumatic fender. Proses produksi yang mengadopsi standar mutu ISO 9000: 2015 dan uji para ahli di laboratorium, memastikan fender SLP bermutu tinggi.

Untuk pemesanan atau berkonsultasi silahkan hubungi hotline (+62) 823 2018 9998 atau email ke admin@niri-rubber.com

Elastomeric Bearing Pads for More Durable Bridges

Bridges have played a very important role in the Indonesian transport scene. Bridges connect places and aid the distribution of many products from different industries and places across the country. In some places, bridges become local icons and tourist attractions encouraging local business growth around them. The Suramadu Bridge in Surabaya, the Ampera Bridge in Palembang, the Siak Riau Bridge, the Barito Bridge in Barito Kuala are just to name a few.

The government has invested heavily in building bridges, However, since bridges need significant investment, durability remains a concern. Although a bridge’s strength is definitely determined by its iron and concrete structure, there is a small, often forgotten but very critical component which determines durability. The component is called elastomeric bearing pad.

Lamina

Elastomeric bearing pad is a rubber bridge bearing with steel plates inside to distribute load between the superstructure and the substructure of the bridge. This bearing pad maximizes the resistance of the bridge against the heavy pressure of vehicles passing on it.

We at PT Samudera Luas Paramacitra produce 2 (two) types of elastomeric bearing pads based on the materials used, namely natural rubber and chloroprene rubber. Elastomeric bearing pads are manufactured by order with specifications tailored to the needs of each project. To guarantee the quality, we run our elastomeric bearing pads through a rubber vulcanization and finished good laboratory and subject them to tensile, compression, exhaust, and shear tests. In addition, our elastomer bearing pads are also certified as follows:

  • ISO 9001:2015
  • SNI (Indonesian National Standard)
  • TKDN (Domestic Content/Component Level)

For further information, order or consultation, please call us on (+62) 823 2018 9998 or email us on admin@niri-rubber.com.

SLP D Fenders: Protecting Your Berthing Structures and Vessels

When it comes to marine safety, D fenders often come to mind. D fenders, as the name suggests, come in the shape of the letter D with a cavity in the middle. DD fenders have D-shaped cavity in the middle while DO fenders have O-shaped middle cavity.

D fenders can be produced as follows:

  1. 100% rubber (without steel plate), usually to be installed on vessels
  2. Using steel plates, usually to be installed on berthing structures.

Because of its compact shape, D fender is suitable for relatively small berthing structures, either wooden, concrete or floating docks serving small and medium-sized vessels. D fenders can also be mounted on harbor tugs, fishing boats, and barges as bumpers.

PT Samudera Luas Paramacitra’s (SLP) D fenders have been used in many ports and harbours throughout Indonesia. These rubber fenders are manufactured through a molding process under high pressure and temperature, resulting in a non-porous, homogeneous rubber compound for optimum performance. The advantages of the SLP D Fender are:

• Made of high quality raw materials for durability and quality

• Good energy absorption rate

• Good resistance to salt water

• Easy to install and maintain or replace

• Available in various sizes

For further information, order or consultation, please call hotline (+62) 823 2018 9998 or email us on admin@niri-rubber.com

Rubber Airbags Enhance Shipbuilding/Shipyard Industry

When we talk about Indonesia’s strategy to be the world’s maritime axis, there are some we need to consider. Apart from the readiness of marine infrastructure and services, we also need to take into account the number of vessels (legally) operating in our waters. 

Rubber Airbag Produksi PT Samudera Luas Paramacitra

Now this number greatly depends on the capacity of the shipbuilding industry. Shipbuilding companies play an important role in building, maintaining, and repairing ships. According to the Indonesian Ministry of Industry, Indonesia is currently home to around 250 shipbuilding companies. However, only 20% of Indonesian ports have shipyard facilities. High investing and operating costs are the most substantial impediments to maintaining these facilities. 

In general, shipyards have a docking facility, namely a graving dock, in the shape of a pool. This pool has to be wide and deep enough to accommodate the biggest vessels that may come into the dock and has a valve which opens to the sea. When a vessel is in construction, the valve is closed and water is pumped out to create a dry space for shipbuilding activities to take place.  For repair or maintenance works, once the ship is in the pool, the valve is closed and water is pumped out. When the vessel is ready for launching (or relaunching), the valve is opened to allow water in. When the water in the pool has reached the same level as the water outside the pool, the valve is opened to launch the ship.

Some shipyards opt for ship railway and slipway, which is a rail to tow vessels to and from the sea. Building a slipway cost much less than building a graving dock. However, slipways are limited by the strength and capacity of the rail itself. Also, because the rail is fixed, moving the vessel around once it is on land will be difficult. Towed ships can also damage the rail and the rail requires costly maintenance, especially for the parts submerged in water.

In the 1980s, rubber airbags were invented to overcome the weaknesses of both the graving dock system, ship railway and slipwayRubber airbags are tubular airbags with a cone at each end. This airbag is composed of two main layers. The inner layer is made of interwoven synthetic nylon thread covered with synthetic cord reinforced rubber. The outer layer is made of modified natural rubber to make it resistant to friction and pressure. 

A rubber airbag is divided into three parts. The first part is the body, which is the middle part of the tube. The second part is the head, which is the cone at each end. The third part is the mouth, namely the metallic tip of the cone, that serves as air inlet and outlet.

The type of rubber airbag can be seen from the size and model. In general, there are three types of rubber airbags based on their diameters: 1.5 meters, 1.8 meters and 2 meters. However, there are also rubber airbags with diameters of 0.8 meters, 1 meter, 1.2 meters and more than 2 meters. The length of this product is adjusted to the needs of the customers.

Rubber airbags can also be categorized based on the number nylon thread layers in them. They usually consist of three to six layers of nylon thread. However, some airbags can have more than that even though they do not usually exceed 10 layers. 

How do they work?

To pull the ship ashore, a rubber airbag is placed at the bottom of the ship’s front end. The ship is then pulled using a winch and as the ship moves ashore, another rubber airbag is placed in front the one already placed and so on until the ship reaches the repair or maintenance workshop. A supporting concrete block, called stow or keel block, is then placed under the ship. The rubber airbags are then deflated to store. When the ship is ready to relaunch, the rubber airbags are laid out, filled with air then the stow blocks are taken, and the ship is pushed to the sea. 

Rubber airbags can be laid out in several arrangements:

  1. Linear Arrangement Method

For ships with width not exceeding the body of airbags, the airbags can be laid out in linear arrangement. The airbags are installed in a row from the front to the back of the ship. 


2. Staggered Arrangement Method

For ships with width exceeding the body of airbags, but does not exceed the length of two rubber airbags laid end to end, the staggered method can be applied. The airbags are laid out in two alternating rows / zigzag (see picture).

3. Two Line Arrangement Method

For the ship with width exceeding the effective length of two rubber airbags laid end to end, the two-line method can be used. For ships with flat hull like barges, the width of the hull may exceed the length of two airbags.

With this method the rubber airbags are installed in two parallel rows (see picture) with at least 20 cm between the ends of the airbags.

To be able to use rubber airbags safely, shipyards must ensure that the launch site is flat, solid and free of sharp objects. Sharp objects such as pieces of iron or rocks can tear the rubber airbags. While the tear may be small at first, once you add the weight of a ship, the damage will be significant. However, airbags can still be used on sandy and sloping beaches or riverbanks. If airbags are to be used on floored surfaces, concrete flooring will be the best for optimum performance.

What are the advantages of the rubber airbag system ?

  1. Shipyards do not need to invest a lot to build graving docks and/or slipways. Flattening and hardening the launch site will be adequate.  
  2. Rubber airbag maintenance is much cheaper than graving dock or slipway maintenance.
  3. Rubber airbags can be moved from one place to another quite easily.
  4. Without graving docks and slipways, a shipyard has a flexible capacity and can use the entire area of a sloping shoreline as a large manufacturing and docking facility.  

Indonesian shipyards have been importing rubber airbags from abroad, especially China. However since 2019, PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) in collaboration with BPPT, has successfully manufactured Indonesia’s first rubber airbags. It can be expected that the Indonesian shipbuilding industry will be more committed, competitive, bigger and stronger. 

For consultation regarding the SLP airbags, please contact the hotline (+62) 823 2018 9998 or email us on admin@niri-rubber.com .  

Railway Rubber Pad Mendukung Transportasi Kereta Api

Saat ini pemerintah sedang giat-giatnya membangun infratruktur transportasi. Selain pelabuhan, jalan tol dan bandara udara, pemerintah juga membuka jalur kereta api baru sembari menghidupkan kembali jalur yang tidak aktif. Total ada sembilan jalur baru kereta api yang sedang dibangun saat ini. Salah satunya yang cukup besar adalah  jalur Makassar-Parepare, sepanjang 60 km. Selain itu juga ada jalur Lhoksumawe-Bireun dan Medan-Binjai. Di pulau Jawa pembangunan rel di antaranya adalah double track Cilacap-Jogjakarta, double track Bogor-Sukabumi, Kiara Condong-Cicalengka, Solo Balapan-Kadipiro, dan double track Mojokerto.

Meskipun teknologi rel kereta api tidak banyak berubah, struktur rel yang dibangun saat ini sangat berbeda dengan tiga puluh tahun yang lampau. Pada zaman dulu, rel dibangun di atas bantalan kayu. Sejak tahun 1990-an, diperkenalkan bantalan rel dari beton. Dengan semakin langkanya kayu yang kokoh, penggunaan beton meluas ke seluruh dunia.

Bantalan rel beton memang lebih praktis, karena bisa dicetak dekat lokasi pembangunan, tetapi terdapat beberapa kelemahan. Pertama, tidak fleksibel. Bandingkan dengan bantalan kayu yang membal  saat rel dilintasi kereta api. Kedua, karena kekakuan tersebut, dalam jangka panjang bantalan menanggung risiko retak akibat tekanan terus menerus.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, struktur rel dilengkapi dengan bantalan karet rel atau Railway Rubber Pad. Bantalan karet rel merupakan lembaran karet yang diletakan antara rel dengan bantalan rel beton. Bantalan karet membantu menurunkan kekakuan rel, meningkatkan elastisitas jalur kereta api dan interaksi dinamis roda dengan rel.

Fungsi pertama bantalan karet rel adalah mengurangi retak (fatigue crack) bantalan beton akibat benturan dan getaran dari kereta api yang lewat. Cara kerjanya ada dua, yaitu mengurangi beban kejut atau benturan ketika rel dilintasi kereta api, dan ketika rel dilewati kereta api, bantalan karet meredam getaran baik di rel maupun bantalan betonnya.

Fungsi kedua, bantalan karet rel meredam suara berisik. Manfaat ini sangat penting untuk rel kereta api yang berada di bawah tanah atau di dalam terowongan. Rel kereta MRT di Jakarta tentu menggunakan railway rubber pad karena sebagian besar jalurnya berada di bawah tanah.

Bantalan karet rel yang baik memiliki elastisitas untuk menyerap energi akibat tekanan dan goncangan / getaran. Setiap kereta api melintas, akan terjadi interaksi dinamis antara roda dengan rel yang menimbulkan tekanan dan getaran pada bantalan beton.

Bantalan karet rel juga harus berkinerja tinggi dalam ketahanan keausan dan penuaan. Pada jalur aktif, kereta api  melintas dalam frekuensi yang tinggi yang berdampak pada keausan bantalan karet. Bantalan yang mudah aus memerlukan penggantian yang sering. Kemudian, karena dipasang di arena terbuka, bantalan karet rel harus tahan cuaca panas dan dingin.

Kami, PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) merupakan perusahaan terkemuka yang memproduksi bermacam-macam produk berbasis karet. Selain mendukung pembangunan sektor maritim dan pertanian, SLP juga ikut berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dengan membuat produk seperti elastomeric bearing pad, rubber sheet dan ruber water stop. Untuk mendukung pengembangan insfrasturktur tranportasi kereta api, SLP  memproduksi railway rubber pad.

Dalam memastikan produksi memenuhi standar, SLP memiliki laboratorium, mengadopsi sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2015.

Bagi Anda yang ingin berkonsultasi mengenai bantalan karet rel atau railway rubber pad  dapat berkonsultasi melalui hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com

Rice Hulling Roll, Kunci Sukses Usaha Penggilingan Padi

Kalau Anda  sedang mecari peluang usaha, coba pikirkan untuk membuka  usaha penggilingan padi. Alasannya sederhana saja: peluangnya besar. Indonesia merupakan negara agraris terbesar di dunia yang setiap tahun memproduksi sekitar 60 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Karena makanan pokok kita nasi, semua padi yang dihasilkan digiling di dalam negeri.

Selain  pasar yang besar, Anda dapat memilih usaha kecil-kecilan, sedang atau skala besar. Kalau modal cekak, bisa mulai dengan usaha kecil. Harga satu unit mesin giling padi kecil sekitar Rp 5 juta. Kalau memiliki modal besar tentu bisa membuka pabrik penggilingan padi. Sebagai gambaran, untuk pengadaan mesin pabrik penggilingan padi diperlukan biaya sekitar Rp70 juta.

Usaha jasa penggilingan padi  memang memiliki variasi, tetapi secara umum ada dua yaitu rice milling unit (RMU) dan rice milling plant (RMP). RMU biasanya memiliki kapasitas kecil dan merupakan usaha jasa murni yang hanya menerima gabah dari petani langsung. Mesin yang digunakan juga disebut rice milling unit, yang menjalankan fungsi sebagai pemecah kulit (mengelupas kulit gabah) dan sekaligus penyosoh (memisahkan dedak dari beras).

Sedangkan penggilingan padi besar biasanya menggunakan fasilitas rice milling plant (RMP) yang memiliki kapasitas giling besar dan menjalin kerjasama dengan tengkulak atau pedagang beras dalam menjalankan usahanya. Pabrik penggilingan padi ini paling tidak menggunakan tiga jenis mesin, yaitu mesin pemecah kulit, mesin penyosoh (polisher), dan mesin pengayak (sifter).

Mesin pemecah kulit gabah kering giling berfungsi untuk memecahkan dan melepaskan kulit gabah. Hasilnya adalah beras kecoklatan yang masih diliputi oleh kulit ari. Mesin pengayak, berperan untuk memisahkan beras dengan gabah yang belum terkelupas di mesin pemecah kulit. Sedangkan mesin penyosoh berperan memutihkan gabah dengan cara memisahkannya dari kulit arinya.

Dengan perkembangan teknologi, sekarang banyak pilihan model penggunaan mesin untuk usaha giling padi Anda. Sekarang ada rice milling unit berkapasitas besar. Anda bisa membuka penggilingan padi tipe sedang dengan memiliki dua atau tiga unit rice milling unit. Yang penting, pilih model dan kapasitas mesin sesuai dengan kapasitas padi yang dikonversi menjadi beras.

Di antara tiga jenis mesin tadi, kunci utama sukses bisnis giling padi ada pada mesin pecah kulit (PK), baik sebagai unit sendiri atau digabung dalam rice milling unit.  Mesin pecah kulit gabah yang banyak digunakan dewasa ini adalah mesin tipe rubber roll.  Komponen utama dari mesin ini adalah dua rol karet (rubber roll). Rol karet  yang sering disebut juga rice hulling roll, merupakan komponen berbentuk silinder, terdiri dari tabung yang umumnya terbuat dari besi cor yang dilapisi karet. Cara kerjanya adalah dua rol karet dipasang berdampingan dan berputar ke arah dalam berlawanan arah dengan kecepatan putar yang berbeda, sehingga menimbulkan gaya gesek (friksi). Bersamaan dengan itu gabah dicurahkan melalui corong di bagian atas mesin dan jatuh tepat di antara 2 roll karet yang berputar. Akibat gaya gesek yang ditimbulkan pada permukaan gabah di antara dua rol karet, maka kulit gabah akan terkupas.

Bagaimana agar usaha penggilingan padi sukses dengan menggunakan mesin pecah kulit ini? Ikuti beberapa tips ini :

1. Pastikan kadar air gabah kering giling maksimal 14%. Gabah dengan kadar air yang tinggi, ketika digiling menghasilkan beras yang   patah (broken). Kalau berasnya banyak patah, kualitas tidak prima dan harga jualnya pun akan turun.

2. Setel rubber roll secara tepat. Persentase gabah terkupas tergantung pada kerapatan silinder karet ini. Pemasangan rubber roll yang terlalu rapat satu sama lain akan meningkatkan jumlah beras patah dan beras menir, sedangkan jarak kedua silinder yang renggang akan menyebabkan persentase gabah tidak terkupas meningkat. Jika banyak beras patah, kualitas beras turun, kalau banyak gabah yang tidak terkelupas, akan menambah kerja ulang. Gabah ini harus dipisahkan dari beras melalui mesin pengayak, dan diumpankan kembali ke mesin pecah gabah ini. Menjadi tidak efisien bukan?

3. Lakukan maintenance mesin secara teratur. Mesin yang tidak terpelihara, terutama akan membuat posisi rol karet menjadi tidak presisi. Ketika dua rol karet tidak pada posisi yang tepat, selain menurunkan mutu hasil kupas, juga merusak lapisan karet pada rol ini. Akibatnya harus sering ganti rol, dan ini merugikan usaha Anda.

4. Pastikan gabah yang masuk ke dalam mesin bersih. Kerikil, paku, atau benda keras lain akan merusak rol karet. Akibatnya, Anda juga harus sering ganti rol karet.

5. Pastikan Anda memilih rol karet yang bermutu. Salah satu mutu rol karet ditandai kelenturan lapisan karet. Lapisan karet yang keras akan meningkatkan persentase beras pecah dan beras menir. Lalu bagaimana cara memilih rol karet yang bermutu? Pilihlah rol karet dari produsen yang sudah berpengalaman.

PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) sudah sejak 1972 memproduksi rubber roll.  Dengan pengalaman hampir 50 tahun, kini SLP memasarkan rubber roll  dengan merek Niri MaxtonNiri TOP, Niri Super, Flying HorsePanther, Niri Bima, Macan Terbang dan Rajawali. Masing-masing merek memiliki kapasitas giling yang berbeda-beda..

Pemberitahuan!

“Hai Rekan-rekan Sekalian!

Menyikapi Informasi yang beredar di Sosial Media mengenai perekrutan karyawan PT Samudera Luas Paramacitra, dapat dipastikan hal tersebut adalah INFORMASI PALSU / HOAX yang terindikasi sebagai PENIPUAN.

PT Samudera Luas Paramacitra tidak pernah bekerja sama dengan agen atau pihak ketiga dalam proses perekrutan calon karyawan.

PT Samudera Luas Paramacitra TIDAK PERNAH MEMUNGUT BIAYA dalam proses perekrutan calon karyawan.

Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan PT Samudera Luas Paramacitra secara tidak bertanggung jawab.

Informasi resmi mengenai perekrutan karyawan hanya diterbitkan melalui website resmi dan akun resmi sosial media kami.”

website kami : www.niri-rubber.com