Air Bag Ship Launcher: Perawatan Menjamin Kesiapan-Pakai Dan Keawetan

Rubber Airbag – Ship Launcher (balon peluncur kapal) merupakan sarana yang vital bagi operasi galangan
kapal. Dengan alat bantu ini, kapal bisa secara praktis dan efisien dibawa ke darat, ataupun diluncurkan
ke air. Di sisi lain, Airbag yang rusak bukan saja menghambat, tetapi bisa membahayakan kapal dan orang
saat digunakan. Selain itu, Airbag juga merupakan bentuk invetasi yang cukup tinggi nilainya bagi galangan
kapal, yang mana dengan perawatan dan penyimpanan yang baik, sarana ini dapat memiliki masa pakai
yang cukup panjang

Penanganan yang tepat sebaiknya dilakukan selama siklus penggunaan mulai dari saat pemakaian,
pemindahan dan penyimpanan. Selain harus ada pemeriksaan berkala secara menyeluruh. Berikut adalah
cara perawatan Airbag :

air bag

Saat penggunaan
Saat penggunaan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Area peluncuran dibuat rata dan padat. Tanah yang berbatu-batu dan tidak rata dapat merusak
    air bag.
  2. Bersihkan area peluncuran kapal dari logam dan benda tajam seperti paku, batu karang, kaca
    beling, yang dapat menusuk atau merobek air bag.
  3. Pastikan air bag diisi dengan tekanan angin yang tepat, sesuai spesifikasi yang ditentukan oleh
    produsen. Tekanan yang terlalu rendah dapat mengurangi daya angkat dan kestabilan kapal,
    sedangkan tekanan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada air bag

Saat pemindahan
Sebelum digunakan, air bag diambil dari tempat penyimpanannya. Demikian pula setelah
penggunaan, air bag dibawa kembali ke tempat penyimpanan.

  1. Setelah penggunaan, air bag dikempiskan, dibersihkan dan dilipat dengan rapi.
  2. Kemudian air bag dipindahkan ke tempat penyimpanan menggunakan kendaraan atau diangkat
    menggunakan Forklift.
    Jangan memindahkan air bag dengan cara diseret di atas tanah karena sangat beresiko terkena
    benda tajam.

Penyimpanan

  1. Pastikan area penyimpanan air bag selalu bersih dari benda tajam atau benda-benda yang
    mungkin dapat merusak air bag.
  2. Pastikan air bag disimpan di tempat yang kering, sejuk, berventilasi dan terhindar dari paparan
    sinar matahari langsung.
  3. Ketika air bag tidak digunakan untuk waktu yang lama, harus dibersihkan, dan taburi bedak
    (supaya tidak lembap dan lengket), lalu disimpan di tempat yang sejuk dan kering.

Pemeriksaan
Baik sering atau jarang digunakan, air bag disarankan untuk diperiksa secara berkala.

  1. Periksa kondisi air bag menyeluruh secara berkala, sebaiknya setidaknya setiap enam bulan sekali.
    Pastikan tidak ada kerusakan pada permukaan atau bocoran pada sambungan. Bila ditemukan
    kerusakan, segera lakukan perbaikan atau penggantian.
  2. Periksa sietem inlet dan outlet udara dalam kondisi baik dan tidak rusak. Lakukan penggantian
    jika ditemukan kerusakan.
  3. Lakukan tes kebocoran pada air bag secara berkala, minimal minimal enam bulan sekali. Tes
    kebocoran dapat dilakukan dengan mengisi air bag dengan udara dan memeriksa apakah
    ditemukan kebocoran. Jika ada kebocoran, segera lakukan perbaikan atau penggantian

Pelatihan Karyawan
Karyawan perlu mengetahui penggunaan air bag secara benar. Berikan kepada mereka ķpelatihan
sebagai pengguna. Pastikan mereka memahami prosedur penggunaan dan perawatan air bag dengan
benar. Jangan memaksa penggunaan air bag yang rusak atau sudah melewati masa pakai.
Penggunaan dan perawatan air bag yang benar menjamin kelancaran operasi peluncuran atau
pendaratan kapal, sekaligus menjaga keselamatan kapal dan karyawan perusahaan.

Apabila Anda memerlukan informasi lebih jauh mengenai rubber air bag ship launcher, jangan sungkan
untuk menghubungi PT Samudera Luas Paramacitra (SLP). SLP merupakan produsen rubber air bag
pertama di Indonesia. Silakan kontak SLP di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@nirirubber.com.

Instalasi Fender D Untuk Keamanan Dermaga Dan Kapal

Apabila Anda sedang membangun pelabuhan yang disinggahi kapal-kapal ukuran kecil dan membutuhkan fender, coba gunakan fender tipe D.  Seperti namanya, fender tipe D berbentuk seperti huruf D, dengan rongga di tengahnya. Fender  ini memiliki dua jenis, yaitu tipe DD dengan rongga seperti huruf D, dan tipe DO dengan rongga berbentuk huruf O.

Dibanding tipe lain, fender tipe D memiliki beberapa fitur unggulan:

  • Memiliki gaya reaksi yang baik, dengan penyerapan energi cukup tinggi;
  • Bentuknya yang sederhana memudahkan pemasangan dan perawatan;
  • Desain kokoh sehingga efektif untuk melindungi kapal maupun dermaga;
  • Berbobot ringan sehingga memudahkan pemasangan dan penggantian.

Fender tipe D dapat dipasang pada semua jenis dermaga, baik  beton maupun dermaga rangka (frame dock) serta berbagai jenis tempat berlabuh lain. Fender  ini juga sering digunakan untuk melindungi kapal penarik (tug boat), kapal nelayan, kapal tongkang dan sejenisnya.

Instalasi fender tipe D  yang tepat dapat melindungi secara optimal baik dermaga maupun kapal. Pada dermaga, fender  ini bisa dipasang secara horisontal maupun vertikal. Pemasangan secara horisontal cocok untuk dermaga dengan perbedaan ketinggian pasang surut yang rendah. Sedangkan pada pelabuhan dengan perbedaan permukaan air pasang surut yang tinggi lebih tepat menggunakan model vertikal. Fender  D juga dapat digunakan sebagai bumper di gudang untuk melindungi dinding gudang dari tumbukan truk pada saat bongkar muat.

Berikut adalah panduan umum memasang fender tipe D di dermaga:

  1. Tentukan bagian dermaga yang akan dipasang fender tipe D. Tanamkan  besi baja  sebagai  jangkar (tempat pemasangan) fender.

2. Untuk fender tipe D yang besar, masukan tali plastik, tali kain, atau tali rami melalui rongga pada fender, untuk mengangkat. Jangan gunakan tali kawat atau rantai logam keras lainnya untuk mengangkat karena dapat merusak fender  tersebut.

3.  Angkat fender D ke lokasi yang tepat tempat jangkar pemasangan yang ditanam di dermaga.

4. Pada lokasi jangkar, tekan penjepit pelat pada fender D, masukkan washer (lempeng besi pengencang) ke dalam lubang pemasangan, lalu kencangkan dengan baut.

5. Kencangkan semua baut.

6.  Bersihkan noda dan kotoran yang timbul  dalam proses. Pemasangan fender  tipe D selesai.       

Untuk memasang  fender r tipe D pada kapal atau perahu, cukup sederhana. Coba ikuti panduan umum berikut ini:                                                                                                                                                                        

1. Ukur dan tandai bagian dinding (lambung) kapal yang akan dipasangi fender.

2. Pada fender, tandai tempat pemasangan sekrup, dan buat lubang pada fender untuk memasukkan sekrup.

3. Pasang fender pada dinding kapal /perahu.  

4. Masukan sekrup dan kencangkan.

5. Bersihkan noda yang timbul dari proses pemasangan ini. Proses pemasangan fender pada dinding kapal/perahu selesai.

Bagi Anda yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai berbagai produk fender, pemilihan, dan cara instalasinya, silakan hubungi PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) di d hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com.

Metode Instalasi Super Cell Fender

Apabila Anda sedang membangun dermaga yang disinggahi kapal-kapal besar maupun kecil, dengan perubahan pasang surut permukaan air laut yang ekstrem, coba gunakan Super Cell Fender (SCF). Fender yang dikenal dengan tipe Super Cell ini sudah sangat populer sejak lama. Bentuk SCF saat ini merupakan hasil penyempurnaan berkelanjutan.

SCF merupakan fender berbentuk silinder besar, yang memiliki tinggi bervariasi, dari 400 mm hingga 3000 mm. Tinggi dan besar fender ini dipilih sesuai dengan kebutuhan pelabuhan.

Keistimewaan dari jenis SCF adalah kinerja penyerapan energi sangat tinggi, memiliki sudut multi-arah dan gaya reaksi rendah. Dibanding jenis fender lain, SCF memiliki kemampuan defleksi hingga 52.5%.

Pemasangan SCF selalu dilengkapi dengan panel, yang sering disebut dengan istilah frontal frame, untuk mendistribusikan reaction force dari fender kepada kapal. Area atau panjang dan lebar panel disesuaikan dengan tingginya pasang surut permukaan air laut dan kemampuan fender untuk menahan beban panel itu sendiri. Semakin tinggi pasang surutnya, diperlukan panel yang lebih panjang.

Secara umum, SCF memiliki fitur sebagai berikut:

  • Penyerapan energi tinggi, gaya reaksi rendah
  • Ketahanan geser yang baik
  • Desain struktural yang sangat awet
  • Mudah untuk dipasang dan dilepaskan
  • Dapat mendukung panel besar
  • Mengurangi tekanan lambung
  • Dispersi energi multi-arah
  • Efisiensi tinggi, menjadikannya hemat biaya

SCF sangat cocok untuk diaplikasikan pada:

  • Fasilitas minyak dan LNG
  • Terminal pelabuhan umum
  • Dermaga Kontainer
  • Terminal RoRo dan kapal pesiar
  • Dermaga multi-pengguna

Sebelum memasang SCF perlu diperiksa perlengkapan dan asesoris dari jenis fender ini, yaitu:

  • U Angkur – dipasang sebelumnya di beton untuk menahan rantai di tempatnya.
  • Baut & mur– Digunakan untuk mengencangkan fender ke dermaga.
  • Rantai – terdiri dari weight chain dan tension chain.
  • Panel/ frontal frame –  Berbentuk persegi atau persegi panjang, untuk mendistribusikan gaya reaksi dari fender ke kapal
  • PE – Lapisan plastik pada panel untuk mengurangi gesekan pada lambung kapal.
  • Angkur penghubung panel dengan bagian muka fender.

Umumya ada dua model pemasangan SCF. Pertama adalah satu fender dengan satu panel. Panel bisa dipasang secara horisontal maupun vertikal. Kedua, adalah dua fender untuk menyangga satu panel. Panel bisa dipasang secara horisontal maupun vertikal.

  1. Rakit Super Cell Fender dengan memasangkan panel, dan kencangkan semua baut.
  2. Bawa rakitan Super Cell Fender ke bagian tepi dermaga yang sudah ditetapkan. Karena ukurannya yang besar, untuk memindahkannya gunakan crane.             
  3. Pasang pada tepi dermaga yang telah ditetapkan dengan baut yang telah ditanam. Selanjutnya pasang rantai pengikat pada U angkur.
  4. Kencangkan semua baut, dan bersihkan dari kotoran yang ditimbulkan dari proses pemasangan ini.        

Prosesnya cukup sederhana bukan? Apabila Anda memerlukan informasi lebih jauh mengenai SCF, bisa menghubungi kami di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com untuk keterangan lebih lanjut.  

Model Pemasangan Fender Karet Silinder

Ketika sedang membangun pelabuhan dan memerlukan fender, pertimbangkan untuk menggunakan fender jenis silinder. Fender silinder atau  rubber cylindrical fender merupakan salah satu jenis fender yang paling populer. Keistimewaan dari fender ini adalah bentuknya yang sederhana, sehingga mudah diaplikasikan pada hampir semua ukuran dan jenis pelabuhan, baik pelabuhan besar maupun kecil, dermaga beton maupun dermaga kayu, pelabuhan di wilayah strategis maupun di daerah terpencil. Bahkan fender silinder ini juga bisa dipasang di kapal-kapal untuk melindungi gesekan antar kapal saat berlabuh.

Rubber fender ini berbentuk tabung dengan rongga di tengahnya (silinder), memiliki fisik yang tebal, dan kuat. Fender silinder diproduksi dalam beragam ukuran sesuai jenis pelabuhan dan ukuran kapal yang singgah. Namun secara sederhana kita bisa memilahnya menjadi ukuran kecil, sedang dan besar. Umumnya, fender silinder terbesar memiliki diameter hingga 3 (tiga) meter dan panjang lebih dari 3 (tiga) meter. Fender karet silinder memiliki gaya reaksi rendah, sedikit tekanan permukaan, dan penyerapan energi yang wajar. Dengan kemampuan tersebut, fender silinder sangat cocok untuk melindungi bagian atas dermaga.

Fender karet silinder

Cara pemasangan fender silinder cukup sederhana. Anda bisa menggunakan tiga metode berikut ini:

Pertama adalah menggunakan rantai yang dimasukan ke dalam rongga fender. Kedua ujung rantai dikaitkan dengan cincin pengait berbentuk U yang ditanam pada dinding dermaga. Metode pasangan ini cocok untuk fender silinder kecil.

Metode kedua adalah pemasangan menggunakan dua rantai pendek untuk mengikat batang baja yang ,melintang di dalam tabung. Tentu saja ujung dua rantai tersebut juga dikaitkan pada cincin berbentuk U yang ditanam pada dinding dermaga. Metode pemasangan ini cocok untuk fender silinder ukuran sedang.

Ketiga adalah pemasangan menggunakan panel baja. Setiap fender diapit dua panel baja yang mengikat empat batang baja, yang menembus bagian tengah fender.  Model ini cocok untuk pemasangan fender ukuran besar. Model ini juga bisa digunakan untuk memasang fender silinder ukuran sedang dengan menggunakan satu atau dua batang baja saja.

Keempat adalah pemasangan secara vertikal. Dengan menggunakan metode ini satu atau beberapa fender silinder disusun secara vertikal diikat menggunakan rantai. Rantai ini dikaitkan dengan cincin  baja berbentuk U yang ditanam yang ditanam di beton dermaga.  Selain langsung menggunakan rantai, Anda juga bisa menggunakan batang baja di tengah fender tersebut.

Cara pemasangan vertikal terutama cocok untuk fender silinder dengan diameter kurang dari 40 (empat puluh) Cm.

PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) memiliki pengalaman panjang memproduksi beragam jenis rubber fender,  termasuk fender silinder,  yang hasilnya sudah digunakan di pelabuhan-pelabuhan seluruh Indonesia. Karet fender ini diproduksi melalui proses pencetakan kompresi di bawah tekanan dan suhu tinggi yang dapat menghasilkan senyawa karet homogen yang tidak berpori, sehingga berkinerja sangat tinggi. SLP dapat memproduksi fender silinder dengan ukuran yang fleksibel, disesuaikan dengan persyaratan dan kebutuhan, memenuhi Standar Nasional SNI maupun Standar Internasional PIANC.

Untuk mendapatkan informasi atau berkonsultasi mengenai  rubber fender, Anda bisa menghubungi kami di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com 

Meningkatkan Performa Pelabuhan Dengan Super Cone Fender

Performa pelabuhan sangat ditentukan oleh sistem fender yang digunakan. Apa itu sistem fender? Sistem fender adalah pengaturan pemasangan fender di dermaga, yang mencakup pemilihan jenis fender dan model pemasangannya. Penggunaan sistem fender yang tepat akan meningkatkan performa pelabuhan dengan mencegah kerusakan pada dermaga maupun pada kapal yang sandar.

Saat hendak bersandar di dermaga, kapal yang membawa energi besar dapat menimbulkan benturan keras. Benturan tersebut bukan hanya menimbulkan kerusakan pada kapal tetapi juga pada dermaga yang disinggahi.  Sistem fender yang baik dapat mencegah kerusakan dermaga maupun kapal. Fender juga menjaga keamanan kapal saat bersandar akibat hantaman arus dan gelombang maupun hembusan angin kencang.

Dalam sistem fender, jenis fender yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi pelabuhan dan jenis kapal yang akan bersandar. Pelabuhan yang memiliki permukaan air laut yang stabil dan hanya disinggahi kapal-kapal ukuran kecil atau menengah, misalnya, bisa menggunakan fender tipe V atau Arch tanpa panel.  Sementara itu untuk pelabuhan yang memiliki perubahan permukaan air yang ekstrem dan disinggahi kapal besar lebih tepat dipasang tipe Super Cone Fender.

Super Cone Fender

Super Cone Fender merupakan jenis fender dengan bodi berbentuk kerucut, yaitu bulat dengan bagian bawah lebih besar dan mengecil pada atasnya. Meskipun berbentuk kerucut, bagian ujungnya rata untuk menempatkan panel.

Super Cone Fender

Sebenarnya, Super Cone Fender merupakan penyempurnaan desain dari Super  Cell Fender. Berbeda dengan Super Cone Fender, kedua ujung Super Cell Fender memiliki diameter yang sama. Perubahan menjadi bentuk kerucut meningkatkan kinerja fender ini dengan tingkat serapan energi yang jauh lebih tinggi.

Super Cone Fender hampir selalu dilengkapi dengan steel frontal frame, yaitu panel dari baja untuk menahan benturan kapal yang merapat. Jarak pemasangan fender ditentukan oleh jenis kapal yang sandar. Pada pelabuhan yang disandari kapal besar, jarak antar fender perlu lebih rapat. Sedangkan panjang panel disesuaikan dengan tingkat variasi perubahan air laut. Semakin ekstrem perubahan permukaan air laut, diperlukan panel yang ukurannya lebih panjang.

Frontal frame

Permukaan panel baja tersebut dilapisi dengan UHMWPE ( Ultra High Molecular Weight Poly Ethyline). Lapisan UHMWPE  berfungsi untuk melindungi gesekan antar metal yang dapat merusak lambung kapal dan menghindari terjadinya percikan api saat kapal hendak bersandar maupun keluar dari dermaga.

Secara umum, Super Cone Fender memiliki karakteristik

  • Penyerapan energi yang sangat baik terhadap rasio gaya reaksi (E/R)
  • Penyerapan energi yang luar biasa per berat fender
  • Stabilitas geser tinggi
  • Tidak ada kehilangan kinerja hingga sudut kontak 10°
  • Geometri fender yang canggih dan optimal
  • Penghenti beban berlebih

Super Cone Fender sangat cocok digunakan di berbagai pelabuhan yang memiliki pasang surut air laut yang tinggi, gelombang  yang besar dan berbagai jenis kapal dengan berbagai macam ukuran. Secara khusus Super Cone Fender dapat digunakan di dermaga pada:

  • Terminal kontainer maupun  curah
  • Terminal minyak dan  gas
  • Terminal kargo umum
  • Terminal kapal pesiar
  • Terminal Feri & RoRo

Instalasi Super Cone Fender

Instalasi produk ini harus dilakukan secara cermat. Super Cone Fender dan Steel Frontal Frame dihubungkan menggunakan baud. Selanjutnya keduanya diangkat bersama menggunakan crane ke titik tepi beton dermaga yang telah ditentukan.

Dalam instalasi wajib memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Pastikan bahwa baud anchor terpasang dengan baik dan benar.
  2. Pastikan untuk semua accessories seperti rantai, chain bracket, turn buckle terpasang sesuai denganstandaryang ditentukan dalam prosedur pemasangan.

Untuk menjaga produk ini tetap memiliki performa tinggi, harus dilakukan pengecekan secara berkala guna memastikan semua accessories tetap terpasang dengan baik dan tidak terjadinya korosif yang mengakibatkan kerusakan pada bagian Steel Frontal Frame dan accessories-nya.

PT Samudera Luas Paramacitra telah memproduksi beragam ukuran Rubber Super Cone Fender yang telah digunakan di berbagai pelabuhan di Indonesia. Perusahaan  pengelola pelabuhan telah menggunakannya antara lain Pelindo, Pertamina, PLTU, ASDP, dan berbagai perusahaan swasta pengelola terminal pelabuhan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai Super Cone Fender dan beragam jenis fender lain, silakan menghubungi PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com.  

Sertifikat TKDN Produk PT Samudera Luas Paramacitra

Apabila Anda  bekerja di bagian pengadaan atau pembelian dan sedang mencari produk-produk karet, jangan lupa untuk memprioritaskan produk dalam negeri. Selain mematuhi peraturan, penggunaan produk dalam negeri juga berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi.

Demi meningkatkan laju perekonomian, pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 tahun 2018 mengenai Pemberdayaan Industri. Pasal 61 dari PP tersebut menegaskan: “Dalam pengadaan barang dan jasa, wajib menggunakan produk dalam negeri apabila produk dalam negeri tersebut memiliki penjumlahan nilai TKDN dan Nilai Bobot Manfaat minimal 40%.”

Nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) adalah besaran kandungan yang berasal dari dalam negeri pada barang, jasa, atau gabungan keduanya. Nilai TKDN dihitung dari material langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya tidak langsung pabrik.  Pemerintah mewajibkan nilai TKDN produk minimal 25%.

Sementara itu Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) merupakan nilai penghargaan yang diberikan kepada perusahaan industri yang berinvestasi dan berproduksi di Indonesia. BMP dihitung berdasarkan  4 komponen yaitu:

  • Upaya pemberdayaan UMKM melalui kemitraan,
  • penerapan kesehatan , keselamatan kerja dan lingkungan (3KL),
  • pemberdayaan masyarakat sekitar , serta
  • penyediaan fasilitas layanan purnajual.

Untuk memastikan industri mematuhi regulasi tersebut, pemerintah melakukan verifikasi dengan cara menghitung nilai TKDN barang/jasa serta bobot manfaat perusahaan. Untuk melakukan verifikasi pemerintah menunjuk perusahaan verifikasi TKDN seperti PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia. Verifikasi mencakup proses produksi, mesin yang digunakan, tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung, biaya tidak langsung pabrik seperti penggunaan listrik, gas, telepon dan lain-lain. Hasil dari verifikasi ini adalah sertifikat TKDN. Untuk mengetahui nilai TKDN barang yang hendak dibeli, Anda bisa mengecek di website http://tkdn.kemenperin.go.id/.

Mengenal PT Samudera Luas Paramacitra Dengan TKDN-nya

PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) merupakan perusahaan nasional  yang menghasilkan berbagai produk berbahan dasar karet. Produk SLP di antaranya adalah  rubber airbag, rubber fender, elastomeric bearing pad, rubber water stop, expansion joint  dan berbagai produk karet lain.

Hampir semua produk SLP memiliki nilai TKDN tinggi, yaitu di atas 60%. Padahal standar yang ditetapkan pemerintah adalah 25%. Bagaimana produk SLP bisa mendapatkan nilai TKDN yang tinggi. Seperti disebutkan sebelumnya, nilai TKDN diperoleh dari penjumlahan komponen bahan/material langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya tidak langsung. Dengan komponen seperti ini, perusahaan yang menggunakan bahan baku utamanya dari dari dalam negeri akan  mendapatkan nilai TKDN yang tinggi. Sebagian besar produk SLP menggunakan karet alam sebagai bahan dasar utamanya, yang berasal dari dalam negeri.

Komponen kedua yang berkontribusi terhadap nilai tinggi TKDN adalah tenaga kerja langsung. Sebagai perusahaan nasional, semua tenaga kerja yang berkarya di SLP adalah pekerja lokal. Ini juga menjadi faktor yang berkontribusi pada tingginya nilai TKDN produk dari SLP.

Selanjutnya adalah biaya tidak langsung  pabrik seperti penggunaan listrik, gas, telepon dan sebagainya. Sebagai perusahaan lokal tentu saja alat pendukung produksi hampir semuanya berasal dari dalam negeri seperti listrik dari PLN atau gas dari Perusahaan Gas Negara.

Faktor yang dapat mengurangi nilai TKDN produk adalah penggunaan mesin produksi yang kebanyakan masih diimpor dari negara lain. Sebagian dari bahan baku produksi yang berasal dari impor juga berperan mengurangi nilai TKDN.

Cobalah Anda berkunjung ke website website http://tkdn.kemenperin.go.id/ untuk melihat nilai TKDN dari SLP. Di sana Anda akan menemukan lebih dari 18 sertifikat TKDN produk SLP.

Setifikat TKDN Fender Super Cone
Sertifikat TKDN SLP Air Bag
Sertifikat TKDN SLP Bearing Pad

Apabila  membutuhkan produk berbasis karet dengan sertifikat yang nilai TKDN-nya tinggi, silakan hubungi PT Samudera Luas Paramacitra di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com untuk keterangan lebih lanjut. 

Kalender 2023 PT Samudera Luas Paramacitra

Expansion Joint Dalam Sistem Perpipaan

Sistem perpipaan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan pada banyak industri. Jaringan pipa berperan mendistribusikan benda cair atau gas baik produk jadi, bahan mentah, atau bahan pendukung dalam produksi. Kegagalan pada sistem perpipaan bukan hanya merugikan perusahaan yang bersangkutan, tetapi juga membahayakan manusia dan lingkunngan. Ledakan pipa gas, misalnya, menimbulkan kebakaran dan kehancuran. Demikian pula ledakan pipa penyalur bahan kimia akan mencemari dan mengancam keselamatan mahluk hidup.

Salah satu komponen yang sangat penting dalam mencegah kegagalan sistem perpipaan adalah expansion joint yang sering disebut juga expansion below, atau dalam bahasa Indonesia disebut sambungan ekspansi. Expansion joint dirancang untuk menyerap perubahan dimensi pipa akibat pemuaian, kontraksi atau  ketika saluran mengandung tekanan yang besar. Expansion joint banyak digunakan pada kilang minyak, pabrik kimia dan petrokimia, pembangkit tenaga listrik, industri otomotif, dirgantara, serta sistem pemanas dan pendingin.

Secara lebih detail, expansion joint bermanfaat untuk:

  • Menyerap gerakan (ekspansi termal serta kompresi)
  • Menghilangkan stres dan ketegangan sistem.
  • Mengurangi kebisingan dan getaran mekanis.
  • Membentuk desain perpipaan yang kompak (dalam keterbatasan ruang)
  • Mengelola ketidakselaraan (misalignment) dalam sistem perpipaan
  • Mengurangi beban perpipaan pada nozel peralatan.

Expanssion joint umumnya terbuat dari bahan logam dan non logam.  Logam yang biasa digunakan untuk expansion joint  mencakup baja (carbon steel), baja campuran nikel (stainless steel), besi (iron cast), perunggu (bronze), dan  kuningan (brass). Bahan logam sangat cocok terutama untuk sambungan ekspansi pada pipa yang menyalurkan tekanan dan temperatur tinggi.

Sementara itu bahan non metal, mencakup fiber dan karet. Karet sangat unggul untuk diaplikasikan pada sambungan pipa untuk meredam getaran dan bertekanan rendah. Bahan karet yang digunakan dapat berupa karet alami atau karet sintetis sesuai dengan tujuan penggunaanya. Gambar 1 menampilkan  expantion joint berbahan metal dan berbahan karet.

Gambar 1. Sambungan ekspansi dari logam dan dari karet

Sebuah  expantion joint terdiri dari dua komponen utama yaitu below  dan flange.  Below merupakan bagian paling utama dalam menjalankan fungsinya menyerap pemuaian, penyusutan, gerakan dan getaran pipa. Sedangkan flange berfungsi untuk menyambung dengan dua ujung pipa (Lihat Gambar 2)  Dalam aplikasinya, expantion joint  dilengkapi dengan batang besi pengikat dan penutup below.

Gambar 2: Komponen expantion joint

Jenis-Jenis Expansion Joint

Jenis expantion joint untuk perpipaan cukup beragam sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah jenis utama yang paling umum digunakan.

1. Single Expansion Joint

Ciri khas Single Exantion Joint adalah memiliki satu below.  Jenis ini dirancang untuk bisa menyerap kombinasi tiga jenis gerakan dasar dalam sistem perpipaan yakni aksial, lateral, dan angular.

2. Double/Muti Expansion Joint

Double/Muti Expansion Joint memiliki dua atau lebih below yang tersambung secara langsung. Jenis ini juga dirancang untuk bisa menyerap kombinasi tiga jenis gerakan dasar dalam sistem perpipaan yakni aksial, lateral, dan angular tetapi dengan fleksibitas yang lebih tinggi.

3. Universal Expansion Joint

Jenis universal expansion joint ini berisi dua bellow yang bisa dihubungkan oleh pipa tengah dan sudah dilengkapi dengan batang pengikat

4. Pressure Balanced Expansion Joint

Expansion Joint jenis ini diterapkan untuk menyerap gerakan aksial dan atau defleksi lateral. Lalu tekanan dorongnya diseimbangkan melalui bellow tambahan dan batang pengikat. Pressure Balanced Expansion Joint digunakan pada saat terjadi perubahan arah pemipaan.

5. Hinged Expansion Joint

Jenis hinged expansion joint adalah sebuah rakitan yang didesain untuk menyerap perputaran angular hanya pada satu bidang saja. Perangkat ini terdiri dari 2 buah pelat berengsel terpisah dengan sudut 180° dan akan dihubungkan ke koneksi ujung. Engsel berfungsi untuk menahan tekanan dan beban luar lain.

6. Gimbal Expansion Joint

Jenis pada gimbal expansion joint berfungsi untuk menyerap pergerakan angular pada semua arah/semua bidang. Jenis sambungan ini terdiri dari 2 buah engsel juga dan terhubung ke cincin gimbal ring yang dirancang untuk menyerap tekanan beban internal maupun eksternal pipa.

Anda membutuhkan expantion joint untuk pabrik Anda dan masih bingung? Tidak usah ragu, silahkan hubungi PT Samudera Luas Paramacitra  di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email ke admin@niri-rubber.com. Kami siap membantu Anda.  

Cara Kerja Dan Instalasi Fender Karet Dermaga

Pada artikel  “Memilih Fender Karet Dermaga” kita sudah berkenalan dengan berbagai jenis fender. Nah sekarang kita akan memperbincangkan cara kerja fender dan pemasangan di dermaga. Mengapa perlu mengetahui cara kerja fender? Dengan memahami cara kerja fender, kita dapat memilih jenis fender yang tepat dan memasangnya dengan benar di pelabuhan. Pemilihan dan instalasi fender yang tepat, akan meningkatkan kualitas dermaga, sekaligus mencegah kerusakan kapal yang sandar.

Cara Kerja Fender

Saat kapal membentur dermaga, fender menyerap energi benturan tersebut dan meneruskan gaya ke struktur dan dermaga. Gaya yang diteruskan ke dermaga tergantung pada tipe fender dan defleksi yang diizinkan. Tipe fender cone yang dilengkapi dengan panel besar, misalnya, cocok untuk dermaga yang disinggahi kapal-kapal besar. Fender tipe V atau tipe A, cocok untuk dermaga  sandar kapal menengah. Sedangkan fender tipe D atau square tepat bagi pelabuhan-pelabuhan kecil. Tentu saja, ukuran fender juga ikut menentukan kemampuan masing-masing jenis fender.

Selain jenis dan ukuran fender, daya serap energi juga ditentukan oleh kemampuan defleksinya. Defleksi adalah perubahan bentuk fender yang memungkinkan untuk kembali ke bentuk semula saat mendapat benturan kapal. Gambar di bawah ini menunjukkan defleksi dari fender tipe V. Pada kondisi sebelum ada benturan kapal, defleksinya 0%. Setelah ada benturan, fender mendalami defleksi 20% dan 40%. Dalam perencanaan fender, biasanya defleksi maksimum  yang diizinkan adalah sebesar 45%.

Bagaimana mengetahui kemampuan defleksi fender? Anda dapat berkonsultasi dengan perusahaan pembuat fender. Mereka biasanya sudah membuat grafik hubungan defleksi gaya-reaksi-energi masing-masing tipe fender.





Gambar 1. Defleksi pada fender

Pemasangan Fender

Pemasangan fender harus memperhitungkan poisisi vertikal maupun horizontal. Pada posisi  vertikal, pemasangan fender tergantung pada ukuran kapal yang berlabuh dan pasang surut. Fender harus dapat melindungi dan menyerap benturan dari semua jenis dan ukuran kapal untuk berbagai elevasi (tinggi) permukaan air laut.

Sebagai contoh, Gambar 2 menunjukkan fender hanya dapat menahan benturan kapal besar saat permukaan air laut surut. Kapal kecil, akan membentur tiang dermaga. Tetapi, ketika permukaan air laut naik, kapal kecil juga akan membentur fender.





Gambar 2. Pemasangan fender yang hanya mengakomodasi kapal besar

Agar saat permukaan air laut surut dan kapal kecil tidak membentur tiang dermaga, maka fender perlu diberi panel vertikal memanjang sampai mendekati permukaan air terendah.  Seperti ditunjukkan pada Gambar 3, ketika air laut surut fender masih dapat menahan benturan kapal kecil.





Gambar 3. Pemasangan fender yang mengakomodasi kapal besar dan kapal kecil

Sekarang kita melihat pertimbangan pemasangan fender dari dimensi horizontal.  Secara horizontal, fender harus dipasang di sepanjang dermaga, dengan jarak tertentu masing-masing fender. Apabila jarak fender terlalu jauh, kapal dapat membentur dermaga.  Sebaliknya, apabila jarak antar fender terlalu  dekat, maka kurang efisien karena terlalu banyak fender. Jarak antar fender ditentukan oleh oleh radius halauan kapal yang berlabuh. Tetapi secara umum jarak antar fender tidak boleh lebih dari 15 (lima belas) meter.

Pemilihan fender juga ditentukan oleh berapa banyak fender yang bersentuhan dengan kapal. Energi benturan dibagi di antara fender yang bersentuhan pada tingkat defleksi masing-masing fender. Gambar 4 di bawah ini menunjukkan dua halauan kapal  yang akan sandar.  Pada contoh (a) kapal ‘diterima’ oleh dua fender, sedangkan pada contoh (b) kapal ‘diterima’ oleh tiga fender.




pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.WordSection1 {page:WordSection1;} –>
Gambar 4 Halauan kapal sandar

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai berbagai jenis fender, spesifikasi dan aplikasinya di dermaga, dapat berkonsulasi dengan PT Samudera Luas Paramacitra di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com.  

Memilih Fender Karet Dermaga

Apabila Anda terlibat dalam proyek pembangunan dermaga pelabuhan, jangan lupakan komponen yang sangat penting yaitu fender. Fender merupakan perangkat yang berfungsi sebagai peredam energi benturan antara kapal dengan dinding dermaga saat kapal berlabuh. Pemilihan dan instalasi fender yang tepat, akan meningkatkan kualitas dermaga, sekaligus mencegah kerusakan kapal yang sandar. Mari kita kenali lebih jauh mengenai fungsi dan jenis fender.

Mengapa Dermaga Memerlukan Fender?

Kapal yang akan sandar ke dermaga masih memiliki kecepatan, baik yang digerakan oleh kapal itu sendiri ataupun oleh kapal tunda. Oleh karena itu, saat merapat akan terjadi benturan antara kapal dengan dermaga. Meskipun kapal bergerak lambat, tetapi karena bobotnya besar, maka energi benturan tersebut menjadi besar. Untuk menghindari kerusakan pada kapal dan dermaga, maka di tepi dermaga harus diberi bantalan yang berfungsi menyerap energi benturan. Bantalan yang ditempatkan di depan dermaga disebut fender. Fender juga dapat melindungi cat badan kapal dari kerusakan karena gesekan kapal dengan dermaga akibat gerakan kapal karena gelombang, arus dan angin.

Sebagai peredam benturan, fender harus dibuat dari bahan yang elastis. Dari bahannya ada dua jenis fender, yaitu fender kayu dan fender karet. Di Indonesia, fender kayu masih bisa ditemukan pada beberapa pelabuhan lama ukuran kecil.  Dermaga pada pelabuhan besar atau pelabuhan baru, pasti sudah menggunakan fender karet. Mengapa? Fender karet memiliki kinerja yang jauh lebih bagus serta tersedia berbagai jenis dan ukuran untuk mengakomodir kebutuhan dermaga.

Mengenal Tipe Fender Karet

Untuk dapat memilih fender yang tepat, kita perlu mengenal berbagai jenis fender. Secara umum, fender karet memilki dua kategori, yaitu tetap (fixed) dan apung (float). Fender tipe tetap dipasang menempel pada dinding dermaga.  Sedangkan tipe apung , mengapung pada permukaan air dengan diikat pada dinding dermaga.

Fender dalam kategori tetap, memiliki beberapa jenis yang populer yaitu tipe V, M,D, Cell, Cone.

Fender Tipe V , Fender tipe V berbentuk seperti huruf V, dan dikenal pula sebagai Arch Fender. Fender tipe V dapat dipasang secara horizontal maupun vertikal sesuai dengan tujuan aplikasinya.

Gambar: Fnder tipe V

Fender Tipe M , Fender tipe M berbentuk seperti huruf M. Seperti juga pada fender V, fender tipe M dapat dipasang secara horisontal maupun vertikal langsung menempel pada dinding dermaga ataupun ditempelkan pada panel (frontal frame).

Gambar : Fender tipe M

Fender tipe D

Fender tipe D , memiliki bentuk seperti huruf D dengan bagian tengah berongga. Dari bentuk rongganya, kita mengenal fender dengan rongga bentuk D dan rongga bentuk O. Fender tipe D dapat dipasang secara vertikal maupun horisontal.  

Gambar : Fender tipe D

Fender Tipe Cell

Fender tipe cell berbentuk silinder dengan dua penampang pada masing-masing ujungnya. Penampang ini berfungsi untuk menempelkan pada dinding dermaga dan untuk memasang panel. Fender tipe Cell memiliki beragam ukuran. Tipe cell berukuran besar disebut sebagai super cell. Dalam aplikasinya, fender dilengkapi panel. Umumnya fender Cell dipasang pada pelabuhan untuk kapal-kapal besar.

Gambar : Fender tipe cell

Fender Tipe Cone

Cone Fender  berbentuk kerucut dengan ujung datar, oleh karena itu fender jenis ini sering juga dinamakan sebagai kerucut terpancung. Seperti fender tipe sel, dalam aplikasinya juga dilengkapi dengan panel.

Gambar : Fender tipe cone

Fender Tipe Silinder. Fender tipe silinder hampir sama dengan tipe sel, tetapi berukuran lebih panjang dan tanpa penampang pada ujung-ujungnya. Fender Silinder ini dapat dipasang horisontal maupun vertikal disesuaikan kebutuhan.

Gambar : Fender tipe silinder

Pneumatic Fender

Pneumatic Fender berbentuk balon lonjong. Untuk meningkatkan daya tahan benturan, biasanya bagian luarnya diberi ban-ban karet yang diikatkan ke fender tersebut. Selayaknya balon, pneumatic fender diisi dengan udara. Dalam menginstalasi, fender ini diberi rantai yang diikatkan pada dinding dermaga. Pneumatic fender cocok untuk pelabuhan dengan pasang surut permukaan air laut yang ekstrim.

Gambar : Fender Pneumatic

Penting sekali dalam perencanaan dermaga untuk menentukan jenis fender yang tepat. Apabila Anda membutuhkan informasi yang lebih mendalam mengenai fender, silahkan menghubungi PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email admin@niri-rubber.com.