Standarisasi Keamanan Pelabuhan Perintis Demi Terciptanya Keamanan Dan Pembangunan Berkepanjangan, Serta Pemenuhan Kualitas Fender bagi Pelabuhan Atau Dermaga

Pelabuhan Perintis Sebagai Penunjang kegiatan Wilayah Yang Sulit Dijangkau

Aktivitas dermaga dan perkapalan merupakan kegiatan yang tidak lepas dari mobilisasi yang ada pada pelabuhan, Demi terciptanya kenyamanan dan keamanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tentunya memiliki ketentuan dalam menunjang pembangunan pelabuhan, baik bagi pelabuhan konvensional maupun pelabuhan perintis bagi daerah daerah yang cukup terisolasi.

Berdasarkan hal tersebut yang menjadi fokus saat ini yaitu merujuk kepada, bagaimana fasilitas keamanan dermaga atau pelabuhan perintis yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang masih belum memiliki fasilitas dan keamanan yang cukup sebagai standar keamanan pada dermaga dan kapal yang berlabuh ada pelabuhan perintis tersebut.

Merujuk kepada Jurnal Studi Evaluasi Operasional Pelayaran Perintis di Indonesia (Suyono & Trimukti, 2018) terkait dengan eksistensi pelabuhan perintis yang merupakan salah satu fokus kerja Kementerian Perhubungan yang merujuk kepada program “keselamatan dan keamanan, peningkatan kualitas pelayanan, juga peningkatan kapasitas.

Jika melihat lagi kepada factor keselamatan dan keamanan pelabuhan perintis, terutama melihat kembali kepada wilayah pelabuhan itu sendiri, cukup menjadi perhatian . di mana jarak yang cukup jauh dengan wilayah yang lebih berkembang, ketersediaan produk rubber fender yang menjadi salah satu penunjang standar keamanan dan keselamatan kapal masih kurang diperhatikan, ditambah pelabuhan perintis itu sendiri yang berfungsi sebagai penghubung bagi daerah yang terisolir dengan wilayah yang berkembang atau lebih maju.

Pada Jurnal Studi Evaluasi Operasional Pelayaran Perintis di Indonesia (Suyono & Trimukti, 2018) juga menjelaskan hasil penelitiannya dalam tingkat kinerja angkutan laut perintis, nyatanya sudah cukup baik secara pelayanan, namun dalam

segi fasilitas dan keamanan dermaga di pelabuhan dinyatakan masih cukup kurang baik .

salah satu perlengkapan yang menunjang factor keamanan dan keselamatan di Pelabuhan perintis Rubber Fender (bantalan dermaga).

Rubber Fender berfungsi untuk melindungi body kapal dan dermaga dengan cara menyerap energi benturan yang terjadi sedemikian rupa sehingga dermaga maupun body kapal sama-sama dalam kondisi  aman dan selamat.

Syarat dan ketentuan akan Keamanan dan Keselamatan pada pelabuhan perintis tentunya masih menjadi konsern baik bagi pemerintah maupun pengguna fasilitas itu sendiri, oleh karena itu kebutuhan produk Fender yang memenuhi standar tentunya harus menjadi prioritas utama dalam meminimalisir terjadinya hal yang tidak seharusnya.

Standarisasi Produk Yang Terbaik Wajib Menjadi Penunjang Pembangunan Berkepanjangan Bagi Pelabuhan Perintis Yang Secara Wilayah Memiliki Faktor Keterjangkauan yang sulit

Berdasarkan fenomena yang terjadi pada pelabuhan perintis terutama pada faktor keamanan dan keselamatan PT Samudera Luas Paramacitra tentunya memiliki solusi karena berbagai produk fender pada PT Samudera Luas Paramacitra tentunya telah memiliki standarisasi produk yang baik, berkualitas tinggi dan tahan lama.

tentunya memiliki perawatan terbaik. PT Samudera Luas Paramacitra juga siap mengirimkan berbagai produk fendernya ke seluruh penjuru Nusantara.

PT Samudera Luas Paramitra Sebagai Penunjang Produk Dan Kualitas Terbaik dengan ISO 9001 Sejak 2008

Hal tersebut dibuktikan juga dari tahap produksi berbagai produk perusahaan melalui berbagai tes laboratorium, dengan penerapan sistem kualitas yang terintegrasi melalui proses (built in quality). pada tahap tersebut operator membantu mendeteksi adanya cacat atau potewnsi kesalahan produksi, proses tersebut juga tentunya menjadi salah satu penunjang ketahanan produk melalui berbagai evaluasi selama produksi berlangsung.

Berbagai Produk Fender Yang Mampu Menunjang Kebutuhan Fasilitas, keamanan, Dan Keselamatan Bagi Pelabuhan Perintis Sebagai Pembangunan Dan Penggunaan Jangka Panjang.

Demi terciptanya keamanan pada pelabuhan dan kapal tentu harus memiliki peranan dari berbagai produk fender sebagai penunjangnya, fender juga memberikan perlindungan baik bagi pelabuhan dan kapal, untuk meminimalisir terjadinya kerusakan yang disebabkan oleh benturan keras dan abnormal saat adanya aktivitas bersandarnya kapal pada dermaga.

Produk Rubber Fender pada PT Samudera Luas paramacitra juga menjamin penggunaan produk kami dalam penggunaan jangka panjang dalam menjamin fasilitas dermaga dan kapal dari kerusakan, serta produk kami juga merupakan produk yang memiliki perawatan mudah, Produk Rubber Fender PT Samudera Luas Paramacitra juga memberikan keuntungan dalam menghemat biaya material untuk

perbaikan seperti besi dan semen, karena dengan berbagai produk Rubber fender yang kami sediakan mampu meminimalisir terjadinya kerusakan.

Berdasarkan pertimbangan di atas, PT samudera Luas Paramacitra memberikan berbagai produk Rubber Fender dengan berbagai manfaat dan kegunaan demi terciptanya Keamanan dan Keselamatan pada pelabuhan maupun pelabuhan perintis sekalipun, berikut berbagai produk dan penjelasannya :

Cylindrical Fender

Cylindrical fender merupakan produk yang mampu menjadi pelindung kapal dan dermaga dari berbagai kerusakan. Produk ini merupakan produk yang memberikan solusi ekonomis dengan memberikan penawaran instalasi yang mudah. Produk ini sangat cocok digunakan untuk dermaga yang terpencil demi mengakomodasi ukuran kapal yang beragam.

SLP V Fender (SVF)

Produk Fender yang memiliki bentuk V merupakan penyempurnaan dari Rubber Fender tipe A, produk multifungsi yang populer memiliki manfaat jangka panjang, instalasi yang mudah dan lebih stabil, serta resistensi terhadap tekanan yang tinggi.

SLP A-Fender (SAF)

Produk fender dengan bentuk atau tipe A memiliki keunggulan yang cocok bagi pelabuhan-pelabuhan multipurpose . Produk ini mampu menahan absorpsi energi yang tinggi dengan gaya reaksi yang rendah.

SLP M-Fender (SMF)

Fender tipe M ini sering digunakan pada Pelabuhan penyebrangan , Fender tipe M ditempelkan pada Panel (frontal frame), frontal frame yang bersentuhan dengan dinding kapal dan fender menahan bantuan dan geseran dengan dermaga dinding.

SLP Super Cone Fender (SSCF)

Produk ini memberikan kestabilan pada badan fender karena bentuknya yg kerucut dan produk ini juga sangat efisien. Produk ini juga dapat memberikan reaksi yang rendah dan dapat stabil meskipun berada pada tekanan yang tinggi. Produk ini cocok untuk kapal dengan sudut merapat yang besar, contohnya di pelabuhan monopoles, dolphins, jetty terbuka, terminal untuk kontainer dan barang berat. Fender tipe ini dapat dipasang dengan mudah dan cepat.

Super Cell Fender (SSCF)

Produk ini memiliki bentuk silinder yang pada kedua sisinya terdapat divulkanisir besi yang ditempelkan secara permanen pada bagian kolomnya. Produk

ini mampu memberikan efek mengurangi terjadinya tekanan pada badan kapal. Produk ini memberikan absorpsi energi yang tinggi sehingga dapat menekan reaksi yang rendah. Pada saat angular berthing, performa fender ini terlihat sangat signifikan. Daya tahan fender tipe ini sangat tinggi.

SLP Arch Fender

SLP Arch Fender memiliki daya tahan yang tinggi, membuat fender ini menjadi pilihan yang ekonomis. Daya tahan ini disebabkan oleh absorpsi energi yang tinggi yang disebabkan oleh permukaan papan di bagian atas fender yang berfungsi untuk mengkonsentrasikan tekanan pada saat absorbsi energi terjadi. Oleh karena itu, unit ini memiliki performa yang cukup stabil.

PT Samudera Luas Paramacitra Solusi Jangka Panjang Yang Memberikan Keamanan Dan Keselamatan Kapal dan Dermaga bagi Pelabuhan Perintis.

Berdasarkan berbagai deskripsi produk dan manfaatnya serta keunggulan material itu sendiri PT. Samudera Luas Paramacitra juga telah menjadi distributor untuk berbagai pelabuhan yang ada di Indonesia. Untuk pemesanan dan konsultasi produk, silakan menghubungi 0823-2018-9998

Referensi :

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2016). Kemenhub Tetapkan Peraturan Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara. Retrieved

2023,                                   from                                   Dephub: https://dephub.go.id/post/read/kemenhub-tetapkan-peratu ran-penyelenggaraan-kegiatan-pelayanan-publik-kapal-p erintis-milik-negara

Suyono, R. S., & Trimukti, E. (2018). Studi dan Evaluasi Operasional Pelayaran Perintis di Indonesia. Retrieved 2023, from Jurnal Untan: 10.25104/warlit.v33i2.2004

SLP Super Cone Fender

Barang ready untu dikirim

SLP Rubber Airbag

Finish good area

SLP Elastomeric Bearing Pad

SLP Elastomeric Bearing pad yang terpasang pada penyangga girder di jembatan

SLP D Fender

SLP D Fender

Urgensi Mutu Pelabuhan Pelayaran Perintis

Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, konektivitas jalur laut sangat vital. Bukan hanya untuk memeratakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk memperkukuh keutuhan negara ini. Mobilitas barang ke wilayah-wilayah pelosok akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pada saat yang sama, pergerakan orang ke seluruh wilayah Indonesia akan menciptakan rasa kesatuan dan persatuan.  

Namun tantangannya adalah minimnya infrastruktur  untuk menjangkau daerah 3 T: Tertinggal, Terluar, Terdepan. Saat ini Indonesia memiliki 122 daerah 3T. Daerah tersebut tertinggal secara ekonomi,  jauh dari pusat ekonomi, dan berhadapan dengan wilayah negara lain.   

Untuk menanggulangi tantangan tersebut pemerintah, yaitu Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan membuka jalur pelayaran perintis. Pelayaran perintis dilakukan untuk mencapai daerah-daerah terpencil, pulau-pulau kecil, atau wilayah-wilayah yang sulit diakses oleh transportasi darat. Pada tahun 2023 pemerintah telah menyelenggarakan 116 trayek angkutan laut perintis. Trayek ini dilengkapi dengan 42 pelabuhan pangkal dan 562 pelabuhan singgah.  

Peran Pelabuhan Perintis  

Pelabuhan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung operasional pelayaran perintis. Peran tersebut antara lain adalah sebagai: 

  • Pangkal Jalur (hub).  Pelabuhan berfungsi pusat kegiatan operasional pelayaran perintis. Kapal-kapal perintis dapat berlabuh sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah-daerah terpencil atau pulau-pulau kecil. 
  • Distribusi Kargo. Pelabuhan menjadi tempat penting untuk bongkar muat kargo. Fasilitas dermaga dan area penyimpanan, digunakan untuk mengangkut, memuat, dan mendistribusikan barang ke dan dari kapal perintis untuk mendukung distribusi barang ke daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh transportasi darat. 
  • Koordinasi Logistik. Pelabuhan pelayaran perintis berperan dalam mengkoordinasikan kegiatan logistik, termasuk jadwal keberangkatan kapal, manajemen persediaan, dan layanan administratif lainnya yang mendukung operasional pelayaran. 
  • Pusat Administratif. Pelabuhan dapat berfungsi sebagai pusat administratif untuk kegiatan pelayaran perintis. Ini termasuk kantor-kantor administrasi, kantor bea cukai, dan fasilitas pelayanan pelabuhan lainnya. 
  • Keamanan dan pengelolaan risiko. Pelabuhan memiliki peran dalam menjaga keamanan operasional pelayaran. Ini melibatkan pengelolaan risiko, pengawasan keamanan, dan pemantauan kondisi perairan di sekitar pelabuhan. 

Secara umum, kondisi pelabuhan perintis di Indonesia skalanya masih kecil. Pelabuhan-pelabuhan ini hanya bisa menampung kapal-kapal berukuran kecil hingga menengah. Fasilitasnyapun terbatas pada fasilitas dasar seperti dermaga dan area penumpukan tanpa ada gudang besar.  

Namun faktor yang perlu diperhatikan secara serius adalah mutu sarana dan prasaran pelabuhan itu sendiri. Beberapa pelabuhan, demi mengejar efisiensi, dibangun dengan mengabaikan standar mutu dan standar keamanan. Sebagai contoh, pelabuhan tersebut tidak sedikit yang menggunakan fender yang pembuatannya tidak memenuhi standar produksi, mesin, bahan baku, dan metode. Beberapa pelabuhan kecil bahkan ada yang hanya dilengkapi dengan fender dari kayu dan besi.  

Pengabaian mutu berdampak negatif paling tidak pada dua hal. Pertama adalah membahayakan keselamatan orang, penumpang dan kapal. Kepatuhan terhadap standar dan keamanan menjadi hal yang krusial dalam operasional pelabuhan. 

Kedua, pengabaian mutu mendorong tingginya biaya pemeliharaan. Memang, pada tahap pembangunan tampak biayanya murah, tetapi akan menimbulkan biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tinggi. Pada akhirnya keseluruhan biaya menjadi tinggi.  

Apabila frekuensi kapal sandar semakin sering diikuti dengan semakin besarnya ukuran kapal, perangkat pelabuhan perlu dikaji ulang untuk menggunakan produk yang berstandar.  

PT Samudera Luas Paramacitra Mitra  

PT Samudera Luas Paramacitra  (SLP) memiliki pengalaman panjang dalam menyediakan berbagai perangkat pelabuhan bermutu tinggi seperti beragam rubber fender, mooring bollard, mooring buoy, dan quick releaase hook.  Semua produk SLP dibuat dengan memenuhi standar industri baik dari segi bahan baku maupun proses produksinya. SLP mampu dan siap bekerja sama dengan pemerintah dan swasta untuk melayani pembangunan dan operasional pelabuhan-pelabuhan di jalur pelayaran perintis.  SLP siap bersama-sama untuk berkontribusi dalam Pembangunan Nasional di sektor Maritim Indonesia.  

Untuk berkonsultasi mengenai berbagai produk perangkat pelabuhan silahkan hubungi PT Samudera Luas Paramacitra di hotline (+62) 823 2018 9998 atau email ke admin@niri-rubber.com.  

SLP M – FENDER

SLP M – FENDER

SLP Rubber Airbag

Rubber Airbag Persiapan Pengetesan

SLP D Fender (SDF)

SLP D Fender (SDF)

Karet Bellow Stamper Kuda