«

»

Seandainya Masih Seperti Doeloe

Apakah Anda pernah merasakan suasana kampung di musim tanam dan panen padi? Atau mungkin Anda sendiri pernah mengalami bagaimana proses menanam padi hingga panennya? Saat musim tanam padi, kampung yang mayoritas penduduknya petani padi biasanya sangat ramai karena banyak orang mengolah sawahnya. Saat pekerjaan mengolah lahan masih dilakukan dengan tradisional, proses ini biasanya diawali dengan mencangkul dan membajak sawah (meluku) dan menyemai benih. Setelah ketiga langkah tadi rampung, barulah perawatan padi dimulai dengan menyiangi rumput/tanaman liar, memupuk dan menyemprot pestisida menggunakan hand sprayer. Setelah padi cukup umur, panen dilakukan dengan ani-ani atau sabit. Kemudian padi digebod atau memukul-mukulnya dengan pelepah kelapa untuk merontokkan bulir padi. Setelah bulir padi rontok, gabah dikeringkan dengan dijemur di tengah sawah atau pinggir jalan, ditapeni dengan tampah atau disilir dengan bantuan angin. Saat bulir padi tersebut sudah kering, barulah bulirnya ditumbuk untuk memperoleh beras (ditutu).

Proses nutu untuk memecah gabah

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi semakin canggih dan proses pengolahan padi pun berubah. Pengolahan lahan dilakukan dengan traktor sedangkan penyemaian benih, perawatan padi, panen, pengeringan dan penggilingan dilakukan dengan berbagai jenis mesin. Seandainya pengolahan padi masih tradisional seperti dulu, berapa banyak waktu yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan 250 juta penduduk Indonesia? Lalu akankah Indonesia mampu berswasembada beras bahkan ekspor?

Mesin pecah kulit modern dengan rubber roll

Salah satu tahapan proses yang sudah dimodernisasi adalah penggilingan padi. Huller rata-rata telah menggunakan mesin pecah kulit (PK). Mesin ini membutuhkan komponen yang bernama rol karet atau rubber roll yang berfungsi mengupas kulit gabah. Peranan rubber roll ini sangat penting dalam menjaga keutuhan beras yang dihasilkan dan berpengaruh terhadap kehalusan suara dan tingkat keawetan mesin. Setelah menggiling sejumlah tertentu gabah kering, rubber roll ini perlu diganti karena karetnya sudah terkikis.

Karena hasil akhir penggilingan gabah tergantung pada rubber roll yang digunakan, pilihlah rubber roll yang berkualitas. Berikut ini adalah tips untuk memilih rubber roll yang baik :

  1. Bergaransi
  2. Beras yang dihasilkan utuh
  3. Kapasitas giling tinggi di kelasnya
  4. Berstandar internasional ( ISO 9001 : 2008 )
  5. Diproduksi oleh pabrik yang berpengalaman dalam membuat roll

Jika Anda tertarik untuk mendapatkan rubber roll yang berkualitas, hubungi Customer Care kami di nomor 0231-510769 / 510765 / 510345 atau fax di 0231-510346

Flags Widget powered by AB-WebLog.com.